Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sesmenpora Tegaskan POPNAS Penting untuk Jenjang Kompetisi Menuju Prestasi Dunia


Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengalungkan medali kepada para juara Panahan POPNAS Jumat (22/11) di Lapangan Panahan GBK, Senayan, Jakarta Pusat. Sesmenpora mengalungkan medali untuk Devisi Nasional Mixed Team, yang diraih diraih pasangan Vani Fransisca/Ahmad Bil Adli Wal Ihsan (Riau), perak Tabina Noor Rumondang Siburian/M Aasif Fadhilah (Kaltim), perunggu Fitriyana Arlian CD/Rachendra Gosyen NM (Jateng).(foto: raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Sesmenpora Gatot S Dewa Broto mengalungkan medali kepada para juara Panahan POPNAS Jumat (22/11) di Lapangan Panahan GBK, Senayan, Jakarta Pusat. Sesmenpora mengalungkan medali untuk Devisi Nasional Mixed Team, yang diraih diraih pasangan Vani Fransisca/Ahmad Bil Adli Wal Ihsan (Riau), perak Tabina Noor Rumondang Siburian/M Aasif Fadhilah (Kaltim), perunggu Fitriyana Arlian CD/Rachendra Gosyen NM (Jateng).
 
Sesmenpora menegaskan bahwa POPNAS itu penting sebagai jenjang kompetisi menuju prestasi dunia. Dalam POPNAS kali ini banyak potensi-potensi muda yang lahir, dan itu sangat diperlukan sebagai stok awal atlet-atlet nasional dikemudian hari. Tidak hanya di cabor panahan tetapi pada cabor-cabor yang lain juga akan tumbuh para atket-atlet muda yang membanggakan demi mewujudkan atlet-atlet nasional bermental pemenang karena sudah tertempa berbagai kompetisi sejak awal.
 
"Saya bersyukur ini kesempatan yang kedua saya ikut UPP penyerahan medali, yang pertama tempo hari di renang dan sekarang di panahan. Saya mendengar dari Pak Alman dan kawan-kawan PB Perpani, beliau-beliau merasa lega banyak potensi-potensi muda yang lahir dari POPNAS ini, bahkan tidak hanya di cabor panahan tetapi beberapa yang lain," ucap Sesmenpora.
 
Hal penting lagi yang ditekankan Sesmenpora adalah kontinyuitas waktu penyelenggaraan. Kondisi apapun, POPNAS harus terselenggara pada tahun yang sudah direncanakan, karena pengunduran waktu akan berpengaruh pada kondisi atlet yang berhubungan dengan usia. Maka langkah tepat bagi Kemenpora, POPNAS tetap terselenggara 2019 meskipun karena berbagai kendala tidak di Papua dan diadakan di Jakarta serta Jawa Barat.
 
"Ngototnya pemimpin terdahulu harus POPNAS di Jakarta ini sekarang dampaknya positif seperti ini. Coba kita bayangkan kalau POPNAS diundur 2020 atlet umurnya sudah jalan tidak lagi di usia POPNAS usia pelajar, yang rugi adalah kita semua. Jangan remehkan POPNAS, karena POPNAS akan melahirkan atlet-atlet top dunia," tegasnya. 
 
Selain yang dikalunkan medali oleh Sesmenpora, hari ini ada juga juara Devisi Nasional Men, emas Muhammad Hafizh Ryhan (Sumut), perak Taufik Hanan (Jambi), perunggu Ahmad Bil Adli Wal Ihsan (Riau). Devisi Nasional Women, emas Nurul Andriyani (DIY), perak Fitranaya Arlian CD (Jateng), perunggu Tabina Noor Rumondang Siburian (Kaltim).Hadir, Asdep Pengelolaan Olahraga Pendidikan sekaligus Waket I Perpani Alman Hudri, Ketua KONI DIY Djoko Pekik Irianto. (cah)