Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Ingin Daftar Inventarisasi Masalah PON 2020 Dicari Opsi dan Solusinya


Menpora Imam Nahrawi memimpin Rapim Eselon I dan II sehubungan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, di Ruang Rapat Graha Pemuda Lantai 10, Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (23/8) sore. Dengan tenggat waktu yang kurang 425 hari lagi, Menpora meminta ada detail laporan yang dapat menjelaskan secara rinci perihal Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sekaligus opsi dan solusinya.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi memimpin Rapim Eselon I dan II sehubungan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, di Ruang Rapat Graha Pemuda Lantai 10, Senayan, Jakarta Pusat, Jum'at (23/8) sore. Dengan tenggat waktu yang kurang 425 hari lagi, Menpora meminta ada detail laporan yang dapat menjelaskan secara rinci perihal Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sekaligus opsi dan solusinya.
 
DIM yang disertai opsi penyelesaian serta solusi menjadi penting diperlukan guna persiapan laporan kepada Presiden RI, guna memastikan bahwa PON Papua akan berjalan dengan baik dan membanggakan.
 
"Tolong disiapkan secara detail, tidak sekedar paparan tetapi ada usulan konkrit dari Kemenpora tentang masalah sekaligus opsi dan solusinya. Nanti akan ada Rapat Kabinet Terbatas khusus PON Papua yang harus saya laporkan," kata Menpora mengawali Rapim.
 
Perlu dicek kembali dan diperhitungkan secara matang tentang nomor pertandingan, transportasi dan akomodasi, kesiapan venue-venue serta sebaran di daerah-daerah kabupaten menyangkut efektivitas letak geografis."Coba diperhatikan dan dicek kembali, mana-mana yang masih memungkinkan menjadi opsi dan solusi efesiensi. Jika jumlah cabor sudah ditentukan sehubungan progres venue, barangkali dari nomor pertandingan dapat dikurangi," tambahnya.
 
Terakhir, Menpora meminta agar semua unit kerja bahu-membahu, karena pada hakekatnya suksesnya PON Papua menjadi tanggung jawab bersama, bukan saja parsial unit kerja tertentu.
"Tolong semua turun bahu-membahu, ini pekerjaan Kemenpora sebagai leading sector, yang lain menunggu dan ikut kita. Untuk Deputi Pembudayaan Olahraga coba gelar even-even PPLP atau pertandingan di Papua sebagi tes even venue-venue," tutupnya. (cah)