Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora: Inpres Baru untuk PON Papua Akan Beri Ruang Gerak Lebih Luas Keterlibatan Kementerian dan Lembaga


Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri bersama Menko PMK Puan Maharani terkait Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2020 di Ruang Rapat Utama Lantai 7 Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (23/8) pagi.(foto: raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri bersama Menko PMK Puan Maharani terkait Persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua Tahun 2020 di Ruang Rapat Utama Lantai 7 Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (23/8) pagi.
 
Pada rapat tersebut juga membahas rencana revisi Inpres PON tahun 2020 Papua. Menurut Menpora Imam Nahrawi Inpres baru itu nantinya akan ada penambahan keterlibatan kementerian/lembaga seperti Kajagung, Bekraf, Mensos, Kementerian Pertanian dan beberapa kabupaten di Papua. "Inpres baru ini artinya akan memberikan ruang gerak yang lebih luas dalam melibatkan kementerian/lembaga terkait," kata Menpora usai mengikuti rakor.
 
"Terkait akomodasi memang perlu adanya suatu percepatan, opsinya yakni apa dibangun wisma atlet baru, renovasi asrama-asrama atau tempat-tempat yang dimiliki oleh aparat TNI/Polri atau kampus yang ada hingga homestay, intinya masih banyak hal tekhnis yang perlu didetailkan lebih jauh," tambahnya. 
 
Sementara, pelaksanaan PON dan Peparnas menurut Menko PMK Puan Maharani akan tetap sesuai jadwal. "Saya melakukan rapat koordinasi tingkat menteri ini terkait persiapan yang insyaallah PON XX akan dilaksanakan pada 20 Oktober sampai 2 November 2020 dan Pekan Paralimpik Nasional pada 18 November 2020 di Papua," kata Menko PMK Puan Maharani.
 
Menurutnya, rapat setingkat menteri ini dilakukan 465 hari menuju PON sekaligus meminta komitmen dan meminta laporan dari setiap kementerian/lembaga terkait. "Iya baru kali ini meminta laporan dari kementerian dan ternyata masih perlu beberapa evaluasi dan penguatan-penguatan di beberapa hal termasuk pembahasan kelancaran birokrasinya," tambah Puan.
 
Pembukaan dan penutupan PON lanjutnya, akan dilaksanakan di Stadion Papua Bangkit. "Pembukaan dan penutupan PON dilaksanakan di Stadion Bangkit dan beberapa cabor akan juga disana serta rencananya lagi PON ini akan digelar di 6 cluster yakni di 5 kabupaten dan 1 kota di Papua, saya juga baru mendapat laporannya ke-6 cluster ini terkait kesiapan mereka," tuturnya.
 
"Nanti masih ada tindak lanjut yang lebih jauh, waktu ke waktu untuk juga mematangkan rencana revisi dari Inpres terkait pelaksanaan PON ini kalau bisa bulan ini selesai," tambahnya. (ben)