Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sesmenpora Harap Inpres No.3 Tahun 2019 Percepat Implementasi Pembangunan Sepakbola Nasional


Sesmenpora Gatot S Dewa Broto bersama Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Komjen Pol. M. Iriawan hari Kamis (22/8) sore menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Forum Discussion Group (FDG) di Ruang Gatot Kaca, Gedung Arta Graha, Lemhanas RI, Jalan Medan Merdeka, Jakarta. (foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Sesmenpora Gatot S Dewa Broto bersama Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Komjen Pol. M. Iriawan hari Kamis (22/8) sore menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Forum Discussion Group (FDG) di Ruang Gatot Kaca, Gedung Arta Graha, Lemhanas RI, Jalan Medan Merdeka, Jakarta. 
 
Tema yang diangkat pada FDG kali ini yakni 'Inpres No.3 Tahun 2019 dan Peran Pemerintah dalam Percepatan Persepakbolaan Nasional, bagaimana Implementasi peran Pemerintah dalam Statuta FIFA dan PSSI'. 
 
Instruksi Presiden (Inpres) No.3/2019 ini adalah terkait Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional diharapkan melalui FDG ini akan mempercepat implementasi pembangunan sepakbola nasional. "Kami Kemenpora apresiasi acara ini dan berharap ada sinergi agar Inpres ini bertaji dan apa yang menjadi keinginan dan mimpi Bapak Presiden tentang reformasi total PSSI bisa terealisasi dengan baik," kata Gatot. 
 
"Para ahli dan stakeholders terkait sepakbola kali ini difasilitasi oleh Lemhanas agar kita semua melakukan percepatan karena Lemhanas memiliki kelebihan dalam hal pengkajian strategis, terlebih Inpres tentang percepatan sepakbola nasional ini leadernya adalah Kemenpora dan Kemenko PMK,"tambah Sesmenpora.
 
Ia berharap jika nantinya Sestama Lemhanas bisa menjadi Ketum PSSI agar bisa memimpin dengan baik dalam mengembangkan PSSI. "PSSI ini hanya butuh nakhoda yang kuat untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada untuk itu PSSI butuh pola pendekatan yang komprehensif untuk menyongsong sepakbola yang lebih baik," tambahnya.  
 
Dalam FDG ini juga dibahas tentang penanganan yang tepat dalam hal suporter hingga pembinaan sepakbola usia dini. "Kami ingin sinergi dengan pembinaan usia dini. PPLP yang ada diharapkan ada range usia SMP karena di Ragunan ini usianya SMA. Semoga Pak Iwan nanti agar PPLP dapat dirubah sedemikian rupa agar usianya di level SMP karena di negara lain itu akademi selevel SMP," harap Sesmenpora pada FDG yang dihadiri perwakilan PSSI, perwakilan Asprov, perwakilan klub sepakbola, perwakilan TNI/Polri dan perwakilan lembaga hukum olahraga ini. (ben)