Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi Pemberdayaan Pemuda Ingin Karya Digital Pemuda Diterapkan dengan Baik ke Dunia Nyata


Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah menutup kegiatan acara Rapat Koordinasi Teknis Dispora dan Pengelola DiLo Tahun 2019. Sabtu (2/8) di Hotel Grammara, Makassar. Faisal berharap acara ini bisa diaplikasikan dengan baik oleh Kadispora di seluruh Indonesia agar bisa menciptakan konektivitas program kepemudaan antara Dispora, DiLo dan Kemenpora.(foto:salim/kemenpora.go.id)
Makassar: Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah menutup kegiatan acara Rapat Koordinasi Teknis Dispora dan Pengelola DiLo Tahun 2019. Sabtu (2/8) di Hotel Grammara, Makassar. Faisal berharap acara ini bisa diaplikasikan dengan baik oleh Kadispora di seluruh Indonesia agar bisa menciptakan konektivitas program kepemudaan antara Dispora, DiLo dan Kemenpora.

Selama mengikuti kegiatan rakornis,  para peserta dibekali materi presentasi dari para narasumber dan diberikan waktu untuk berdiskusi. Materi tersebut diharapkan bisa  menjadi bahan pijakan dan evaluasi kedepan dalam membuat program-program selanjutnya. ”Banyak potensi bakat dari para millenials yang dijumpai dan mereka mengatakan lebih banyak belajar dan diskusi melalui  berbagai perangkat aplikasi pesan instan namun minim diskusi pada situasi sebernya (dunia nyata)," katanya.

"Maka tugas kita adalah bagaimana menarik diskusi-diskusi ini ditarik kedunia nyata, karya didunia maya bisa dianggap sesuatu fakta karya, yang berarti jika kita menariknya dalam kehidupan nyata. Karena sharing diskusi didunia maya hanyalah sarana,” harap Faisal.

Hal yang sama di sampaikan Direktur DiLo Indonesia Andriansyah yang mengingikan adanya dukungan lebih dari daerah (pemerintah daerah-red) agar DiLo dapat berkembang dan ada disetiap kota/kabupaten diseluruh provinsi Indonesia. DiLo menurutnya merupakan rumah komunitas, serta tempat disharing dan diskusi para pemuda yang memiliki minat dan bakat pada dunia IT atau Digital. 

”Saya menginginkan dukungan yang lebih besar lagi dari daerah supaya DiLo ada disetiap daerah baik kota/kabupaten di provinsi Indonesia, serta dapat memperkenalkan dan mensosialisaskkan DiLo sebagai rumah komunitas dan tempat sharing diskusi untuk belajar bagi para pemuda yang memiliki minat dan bakat pada dunia IT Digital,” katanya.

Sementara Tengku Saefudin, salah satu peserta DiLo Provinsi Aceh ikut memberikan tanggapanya terkait kegiatan rakonis ini, ”Senang sekali rasanya bahwa kita baik pengurus DiLo daerah dan pusat dapat hadir diacara ini, sesuatu yang positif untuk bisa megembangkan DiLo kedepan, saya ucapkan terima kasih kepada Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan juga Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda dimana sebagai fasilitator pada kegiatan rakornis DiLo ini,” katanya.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 68 peserta dan terdiri dari dari 17 orang pengelola DiLo di seluruh Indonesia diantaranya 17 Komunitas yang tergabung dalam member potensial DiLo di seluruh Indonesia, 13 orang Dispora Provinsi yang memiliki DiLo di seluruh Indonesia, 17 orang Dispora Kab/Kota di 17 Lokasi DiLo di seluruh Indonesia, 1 orang dari MIKTI, 1 orang dari PT. Telkom, 2 orang dari Kemenpora, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 1-3 Agustus.(sal)