Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Dapat Anugerah Kehormatan FPB 2019


Deputi Pengembangan Pemuda yang juga Sekertaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mendapat Anugerah Anggota Kehormatan Forum Pemuda Betawi (FPB) 2019 di hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (15/7). Penganugerahan Anggota Kehormatan diberikan langsung oleh H. Abraham Lunggana yang akrab disapa H. Lulung selaku Ketua Umum Bamus Betawi. (foto:dok/kemenpora.go.id)
Jakarta: Deputi Pengembangan Pemuda yang juga Sekertaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mendapat Anugerah Anggota Kehormatan Forum Pemuda Betawi (FPB) 2019 di hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (15/7). Penganugerahan Anggota Kehormatan diberikan langsung oleh H. Abraham Lunggana yang akrab disapa H. Lulung selaku Ketua Umum Bamus Betawi.
 
Rahmat HS selaku Ketua Pembina FPB menuturkan bahwa tokoh-tokoh yang dianugerahi status Anggota Kehormatan dengan pertimbangan mereka memiliki kedekatan dengan warga Jakarta dan Betawi khususnya, serta memberikan kontribusi positif selama ini.
 
Niam yang juga berkiprah sebagai akademisi UIN Syarif Hidayatullah ini menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan karena dinobatkan menjadi Anggota Kehormatan FPB. 
“Saya berharap pemuda betawi bisa bersinergi dengan Kemenpora dalam kegiatan-kegiatan sosial,  kebudayaan, kemasyarakatan dan kepemudaan, agar FPB bisa lebih optimal dalam memberi kontribusi konstruktif bagi kemajuan Bangsa khususnya kemajuan Jakarta” katanya. 
 
Pemuda Kaum Betawi adalah wadah organisasi kepemudaan khususnya untuk para pemuda Betawi yang didirikan pada awal tahun 1927 yang diketuai oleh Mohamad Tabrani.Hingga akhir tahun 1926 belum ada wadah khusus organisasi kepemudaan Betawi. Sehingga para pemudanya banyak yang menjadi anggota dari Jong Java dan Sekar Roekoen karena merasa serumpun. 
 
Namun, lama kelamaan mereka merasa perlu untuk memiliki wadah tersendiri, sehingga dibentuklah organisasi kepemudaan ini.“Ini adalah sejarah dimana pemuda Betawi kemudian terlibat sebagai unsur penting dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” tambahnya. Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Menpora Jonni Mardizal, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik dan tokoh-tokoh Betawi. (dok)