Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Merawat Mimpi Anak Indonesia dengan Sedekah Buku


Sedekah Buku Indonesia merupakan sebuah platform donasi buku yang digagas oleh seorang perempuan muda berusia 32 tahun, Nur Anugerah dan kawan-kawannya. Melalui website sedekahbuku.id mereka mengumpulkan donasi buku-buku layak baca untuk anak hingga remaja. (infografis:dokmas/kemenpora.go.id)
Jakarta: Sedekah Buku Indonesia merupakan sebuah platform donasi buku yang digagas oleh seorang perempuan muda berusia 32 tahun, Nur Anugerah dan kawan-kawannya. Melalui website sedekahbuku.id mereka mengumpulkan donasi buku-buku layak baca untuk anak hingga remaja. 
 
Awal mula berdiri, Sedekah Buku Indonesia dikampanyekan melalui sosial media dengan target distribusi buku yaitu sebuah daerah pedalaman di Kabupaten Enrekang yang berada belakang Gunung Bambapuang, Sulawesi Selatan. Donasi buku yang diterima akan didistribusikan ke berbagai daerah yang ada di Republik Indonesia, dengan target spesifik penerima donasi yaitu sekolah (yang belum memiliki perpustakaan/ ingin menambah bahan bacaan), taman baca anak (yang akan didirikan/ ingin menambah bahan bacaan), panti asuhan.
 
“Saat itu saya mengajak tiga teman yang memiliki ketertarikan serupa di bidang pendidikan dan sosial. Kami melakukan kampanye selama kurang lebih satu bulan melalui Facebook, Path, Twitter dan group Whatsapp. Lokasi donasi didapatkan berdasarkan informasi dari volunteer yang telah melakukan KKN di daerah tersebut. Dalam rentang waktu satu bulan terkumpul sekitar 200an buku anak-anak di kota Bandung dan sejumlah buku di kota Parepare. Buku-buku tersebut secara langsung penggagas dan volunteer bawa ke Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan,” kata Nur.
 
Setelah melakukan distribusi pertama, sedekahbuku.id menetapkan program Sedekah Buku Indonesia dengan konsep sederhana dan dilakukan per tiga bulan. Namun akhirnya memutuskan untuk membuka program donasi sepanjang waktu dengan bantuan volunteer yang membantu proses sosialisasi dan funding donasi buku di berbagai daerah seperti Bandung, Jabodetabek, Jogjakarta, dan Makassar.
 
Saat ini, Sedekah Buku Indonesia telah berjalan lebih dari 4 tahun dan telah menyebarkan lebih dari 25.000 buku. Target besar distribusi sedekah buku dapat mencakup seluruh nusantara meski saat ini belum semua daerah terpencil dapat dijangkau. Selama bulan Ramadan Sedekah Buku Indonesia tetap melakukan kegiatan distribusi buku. Sedekah Buku Indonesia juga bekerjsama dengan beberapa komunitas untuk mengadakan peresmian rumah baca, dropbox donasi buku berbagi dengan anak-anak di Panti asuhan, mengajarkan Drone (kolaborasi dengan komunitas drone), membacakan dongeng, berbuka puasa bersama, dan khusus tahun ini sedekahbuku.id juga akan berkunjung ke panti jompo.
 
Sedekah Buku Indonesia juga memiliki sebuah taman bacaan yang disebut Rumah Mimpi di Kampung Singabarong, kaki Gunung Gede Pangarangi Cibodas, Kabupaten Cianjur. Rumah Baca ini memiliki sekitar 600-an buku untuk 72 anak yang terdata sebagai target pembaca rumah baca. Penggagas Sedekah Buku Indonesia berharap lokasi ini dapat menjadi Desa Binaan dan mejaga keberlangsungan donasi buku untuk seluruh daerah di Indonesia.
 
“Harapan penggagas adalah program pengumpulan donasi buku akan tetap berlangsung sehingga semakin banyak daerah-daerah yang mendapatkan distribusi buku. Keinginan kami bisa membantu tidak hanya bersifat eventual namun dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karena itu, impian kami bisa membuat Desa Binaan di tempat kami membangun Rumah Baca,” Nur menambahkan.
 
Keinginan tersebut tentu tidak hanya sekedar harapan. Untuk menjaga keberlangsungan program ini, para penggagas Sedekah Buku Indonesia membuka peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi. Melalui situs web sedekahbuku.id mereka menyediakan informasi cara berdonasi, kategori buku yang dapat didonasikan serta kontak yang dapat dihubungi di berbagai platform sosial media.(sin/uci)