Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Jadi Narsum di Diskusi FMB 9, Plh Deputi Peningkatan Prestasi Chandra Bakti Ingin Kemenpora Jadi Rumah Milenial dan Prestasi


Plh. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti hari Kamis (14/3) siang menjadi salah satu narasumber pada diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di ruang rapat utama Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jl. Medan Merdeka Barat 9, Jakarta. FMB 9 yang kali ini bertajuk Membangun Karakter dan Mental Indonesia di era Revolusi Industri 4.0. (foto: raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Plh. Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bakti hari Kamis (14/3) siang menjadi salah satu narasumber pada diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di ruang rapat utama Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jl. Medan Merdeka Barat 9, Jakarta. FMB 9 yang kali ini bertajuk Membangun Karakter dan Mental Indonesia di era Revolusi Industri 4.0. 
 
Chandra menyampaikan salah satu program dan kebijakan unggulan Kemenpora adalah menjadikan Kemenpora sebagai rumah milenial dan prestasi. "Kita ingin menjadikan Kemenpora akrab pemuda untuk itu dilakukan beberapa perwujudan dalam pembinaan kepemudaan salah satunya tampilan karyawan dan pegawai dengan menggunakan jeans, kaos berkerah dan jersey jika hari selasa dan rabu, serta adanya free wifi serta cafe pemuda," tuturnya.
 
Terkait prestasi olahraga lanjutnya, Kemenpora telah fokus kepada tujuan prestasi olahraga ke level yang lebih tinggi. "Kita harus mampu berbicara di level yang lebih tinggi, fokus pembinaan prestasi olahraga nasional yakni mendorong sebanyak-banyaknya atlet untuk bisa masuk ke kualifikasi olimpiade saat ini setidaknya sudah ada 12 cabor yang fokus ke kualifikasi olimpiade," terangnya.
 
Menurutnya tidak menutup kemungkinan dari sisi pemuda untuk masuk ke ranah prestasi olahraga. "Kami memberikan peluang kepada pemuda untuk bisa masuk menjadi atlet dan pelatih karena saat ini terjadi gap antara atlet senior dan junior, untuk itu pembinaan usia dini dan berkelanjutan mutlak dilakukan," katanya.
 
Terkait pembinaan atlet di era Revolusi Industri 4.0 ini Kemenpora juga telah mengedepankan sport science. "SEA Games Filipina mendatang telah ditetapkan porsi atletnya yakni 60% atlet junior dan 40% atlet senior, dalam pelaksanaannya atlet juga bisa try out by online sebagai wujud implementasi era milenial, yang membanggakan prestasi atlet disabilitas kita juga dilirik Korea pusat pelatihannya yang di kota Solo," tambahnya.
 
Capaian prestasi olahraga nasional juga mendapat perhatian dari pemerintahan Jokowi saat sukses menggelar perhelatan Asian Games dan Asian Para Games 2018, terlebih Indonesia juga resmi mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 dan menjadi tuan rumah MotoGP 2021 di Mandalika, NTB. Hadir narasumber lain dari Deputi Bidang Koordinasi Budaya Kemenko PMK Nyoman Shuida, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid serta Staf Ahli Aksebilitas Kemensos Marjuki. (ben)