Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sesmenpora Ingin Tahun 2019 Seluruh Pegawai Tetap Solid dan Bangga Terhadap Indentitas Kemenpora


Apapun yang terjadi, untuk seluruh pejabat dan pegawai harus tetap bangga terhadap identitas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal penting tersebut disampaikan oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat menjadi pembina upacara rutin bulanan yang pertama tahun 2019, di Halaman Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/1) pagi.(foto:putra/kemenpora.go.id)
Jakarta: Apapun yang terjadi, untuk seluruh pejabat dan pegawai harus tetap bangga terhadap identitas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Hal penting tersebut disampaikan oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat menjadi pembina upacara rutin bulanan yang pertama tahun 2019, di Halaman Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/1) pagi.
 
Capaian prestasi tahun 2018 sangat membanggakan, seperti sukses Asian Games dan Asian Para Games, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa ada kejadian yang memprihatinkan sebagai ujian yang harus terus dibenahi dan betekad memperbaiki. Ada juga kejadian bencana tsunami Selat Sunda tepatnya di Tanjung Lesung Pandeglang Banten yang turut merenggut korban jiwa 5 orang pegawai dan masih menyisakan beberapa yang terus dirawat karena luka yang dideritanya.
 
"Ini awal tahun 2019, apapun yang terjadi semua harus tetap solid, kompak, dan tetap bangga terhadap identitas Kemenpora. Untuk pegawai kita yang menjadi korban tsunami kita doakan semoga mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Mari tetap optimis menatap tahun ini, pencapaian kinerja kita harus lebih baik," kata Sesmenpora. 
 
Sesmenpora juga mengingatkan bahwa tiga bulan mendatang bangsa Indonesia akan menorehkan sejarah pesta demokrasi dengan Pemilu Legislatif dan Presiden-Wakil Presiden secara serentak. Sebagaimana aturan yang berlaku, seluruh ASN di Republik ini tanpa kecuali termasuk pegawai Kemenpora harus tetap netral dan indipenden.
 
"Saya mengingatkan, tiga bulan mendatang tepatnya 17 April bangsa Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu. ASN harus netral dan indipenden, jangan tunjukkan aktivitas mendukung paslon tertentu, perihal pilihan silakan masing-masing disaat pencoosan," tegasnya. 
 
Disela upacara diberikan penghargaan kepada para pegawai yang memasuki masa pensiun. Adapun nama-nama yang memasuki purnabakti kali ini adalah Suratman (Pengadministrasi Umum pada Seksi Antropometri dan Gizi PPITKON), Mundari (Pemelihara Perlengkapan pada Bagian Rumah Tangga Setkemenpora), Widiyanto (Satuan Keamanan pada Bagian Rumah Tangga Setkemenpora), dan Almh Beti Apridaningsih (Pengelola Data PPITKON/korban tsunami Tanjung Lesung). (cah)