Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Kepada Komisi X DPR RI Menpora Sampaikan Kekuatan Tim Indonesia di SEA Games 2019 Filipina Andalkan Atlet Yunior


Menpora Imam Nahrawi memastikan kekuatan tim Indonesia yang akan turun di SEA Games 2019 di Manila, Filipina November mendatang adalah mayoritas atlet yunior. Hal itu ia sampaikan usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI di ruang rapat Komisi X Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (16/1) sore. (foto:satria/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi memastikan kekuatan tim Indonesia yang akan turun di SEA Games 2019 di Manila, Filipina November mendatang adalah mayoritas atlet yunior. Hal itu ia sampaikan usai Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI di ruang rapat Komisi X Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (16/1) sore.
 
"Tanggal 7 Januari kemarin, kami sudah mengundang seluruh pimpinan cabang olahraga, KONI, KOI dan Deputi Peningkatan Prestasi kami untuk membicarakan tentang mayoritas atlet muda yang akan turun di SEA Games 2019 selain juga tentang penyampaikan pertanggungjawaban keuangan 2018 untuk menentukan reward and punishment Asian Games 2018," kata Menpora.
 
"60% atlet yang akan turun di SEA Games 2019 nanti diisi oleh atlet muda atau junior sehingga atlet senior betul-betul kita fokuskan untuk Olimpiade 2020 termasuk nomor even yang potensial medali di olimpiade," tambahnya.
 
Menteri asal Bangkalan Madura ini juga menegaskan bahwa, fokus prestasi olahraga Indonesia saat ini adalah untuk Asian Games dan Olimpiade. "Kelas kita saat ini sudah kelas Asian Games dan Olimpiade, karena kita telah berhasil menjadi tuan rumah dengan prestasi membanggakan untuk itu kita menjadikan SEA Games hanya sebagai batu loncatan bagi atlet-atlet junior kita," tegasnya.
 
Sementara untuk cabor yang tidak mencapai targetnya di Asian Games 2018 lalu, pihak Kemenpora akan tetap menerapkan reward and punishmentnya. "Tentu akan kita kurangi nanti anggarannya hingga akan ada pendampingan dari jabatan fungsional pelatih maupun atlet yang kita miliki dan itu menjadi titik krusial bahwa pemerintah tidak hanya mengganggarkan tapi pemerintah ikut campur untuk menaikkan target itu," tutur Menpora.
 
Hal lain yang dibahas saat Raker bersama DPR adalah tentang pertimbangan kewarganegaraan pemain sepakbola asal Nigeria Egwuatu Godstime Ouseloka yang saat ini bermain di Klub Aceh United. "Kalo sudah di sini (DPR RI) pembahasannya juga atas permintaan Presiden kepada Pimpinan DPR lewat Komisi X dan Komisi III dan hari ini telah disepakati bersama dengan memberikan rekomendasi untuk menjadi WNI," kata Menpora yang juga didampingi Eselon I, II Kemenpora, para Staf Khusus, Sekjen Inasgoc Eris Heryanto, Waketum Inapgoc Adiati Noerdin dan Anggota Exco PSSI Gusti Randa. 
 
Menpora juga menegaskan untuk Raker bersama Komisi X DPR RI selanjutnya adalah untuk membicarakan masalah evaluasi prestasi dan pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games 2018 sekaligus progres persepakbolaan nasional (PSSI) akan di jadwalkan kembali. (ben)