Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sumbang Medali Perunggu untuk Lawn Bowls, I Wayan Damai Dapat Pelajaran Berharga di Asian Para Games 2018


Atlet Lawn Bowls Indonesia di kelas B6 tunggal putra, I Wayan Damai harus puas meraih medali perunggu setelah pada laga terakhir yang digelar di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10), I Wayan hanya bermain imbang dengan atlet Jepang, Hiroshi Uematsu dengan skor 20-20.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Atlet Lawn Bowls Indonesia di kelas B6 tunggal putra, I Wayan Damai harus puas meraih medali perunggu setelah pada laga terakhir yang digelar di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (10/10), I Wayan hanya bermain imbang dengan atlet Jepang, Hiroshi Uematsu dengan skor 20-20.
 
Pada pertandingan yang disaksikan oleh Menpora Imam Nahrawi bersama Menko PMK Puan Maharani saling mengejar angka, atlet kelahiran Bali itu sempat leading 20-15. Namun di empat game terakhir, perolehan angkanya bisa dikejar lawan jadi 20-15, 20-18, 20-19 dan berhenti di skor 20-20.  
 
Dengan hasil tersebut I Wayan hanya mendapatkan poin 8. Sedangkan medali perak direbut Norfizan Bin Mahmud dengan poin  9. Untuk medali emas di rebut oleh Chunkyu IM dengan poin 13.Hasil poin 8 yang didapat I Wayan ini di kumulasikan pada empat laga sebelumnya.  
 
Sebelumnya, I Wayan sukses meraih poin penuh atas rekan senegaranya, Joko Budi Wibowo dengan skor 21-5, kemudian mengalahkan atlet  Malaysia, Norfizan dengan skor 21-8. Sementara, melawan Korea Selatan, Im Chun-kyu, pertandingan berakhir imbang dengan skor 12-12. 
 
“Kalau dilihat hasilnya memang saya sedih, karena cita-cita saya ingin mengibarkan merah putih  tapi saya hanya bisa sampai di sini (perunggu). Tapi saya bersyukur karena banyak dukungan dari masyarakat yang menonton. Jadi walaupun saya tidak dapat emas tapi buat saya itu adalah emas,” ucapya.
 
“Lawan-lawan yang saya hadapai adalah  kelas-kelas dunia, dalam 4 kali pertandingan saya hanya kalah satu poin saja, padahal saya hanya butuh satu angka untuk mengunci kemenangan. Jika saja menang, saya akan mendapatkan perak lantaran poin akhir adalah 10.  Sangat disayangkan ketika saya sudah unggul jauh, tapi akhirnya terkejar. Mungkin ini sudah takdir saya. Tapi ini adalah pengalaman berharga saya untuk ke depan lebih baik lagi," kata Wayan. 
 
Wayan beralasan terlalu percaya diri bisa menang, sehingga bola lemparan yang diarahkan ke jack selalu kalah dari lawan. "Keyakinan akan menang itu memberi dampak, sehingga saya jadi kurang fokus. Tapi saya bangga bisa menyumbangkan medali karena lawan-lawan yang saya hadapi ini level dunia semua," tutupnya. (rep)