Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Duduk Bersama Diatas Rumput dan Dipinggir Lintasan Jadi Cara Menpora Motivasi Atlet Sepatu Roda Asian Games 2018


Pelatnas Asian Games Tim Sepatu Roda Indonesia, di Cluster Aralia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/8) pagi ini tampak spesial. Para atlet dan pelatih serta masyarakat begitu gembira dengan kehadiran Menpora Imam Nahrawi yang memberikan motivasi kepada atlet dengan duduk diatas rumput dan di pinggir lintasan. (foto:kundimang/kemenpora.go.id)

Bekasi: Pelatnas Asian Games Tim Sepatu Roda Indonesia, di Cluster Aralia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/8) pagi ini tampak spesial. Para atlet dan pelatih serta masyarakat begitu gembira dengan kehadiran Menpora Imam Nahrawi yang memberikan motivasi kepada atlet dengan duduk diatas rumput dan di pinggir lintasan.

Sepatu roda menjadi satu dari 10 cabang olahraga baru yang akan dipertadingkan pada Asian Games 2018. Empat nama atlet sudah terdaftar bakal berlaga (entry by name) yaitu dua putra adalah Muhamnad Oky dan Tias Andira, sedangkan dua putri yakni Alifia Meidia Namasta dan Salma Fallya Niluh.

"Kita disini dari Tim Sepatu Roda Indonesia sudah berlatih dari bulan Februari sampai sekarang, mohon doanya pada lomba (31/8) mendapatkan yang terbaik, diberikan kekuatan, keselamatan, keberuntungan dari Allah SWT, Indonesia bisa, Perserosi juara," ucap Kapten Tim Muhammad Oky mewakili teman-teman atlet lainnya. Seluruh tim tampak kompak dan menyiratkan optimisme luar biasa.

Tim akan berangkat ke Palembang tanggal 19 Agustus dan akan bertanding tanggal 31 Agustus. Hingga saat ini sudah 12 negara yang akan ikut berebut medali dan hanya dipertandingkan satu nomor Road Race 20 KM pada lintasan 400 M putra-putri."Kita akan bertanding tanggal 31/8, waktu-waktu akhir even, semoga dapat mempersembahkan emas terakhir untuk Indonesia," kata Alifia, salah satu atlet putri yang mewakili negara kita.

Menpora yang duduk diatas rumput bersama para atlet dan pelatih saat jeda latihan terus memberikan semangat dan perhatian. Dari melihat cedera kaki salah satu atlet putri, hingga memberikan keyakinan bahwa pemerintah terus menyiapkan penghargaan dan masa depan atlet berprestasi seperti bonus uang yang untuk Asian Games terbesar sepanjang sejarah, menjadi PNS yang formasinya terus disampaikan ke KemenPAN RB, dan rumah yang disiapkan KemenPUPR.

"Pada tahun 2011 kita pernah berjaya mekipun level ASEAN dan sekarang pasti lawan-lawan lebih berat, semoga sejarah itu bisa berulang, dan pemerintah terus memberikan perhatian lebih. Ketika kalian mampu mengalahkan diri sendiri, yakinlah kita akan menang menghadapi lawan," semangat Menpora kepada para atlet. (cah)