Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora Apresiasi Pegadaian yang Memberi Penghargaan Kepada Pahlawan Olahraga Indonesia


PT Pegadaian (Persero) mewujudkan kepedulian terhadap para mantan atlet berprestasi, yang diserahkan Menpora Imam Nahrawi dan Dirut Pegadaian Sunarso pada acara seremonial di Halaman Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/5) malam. Sebanyak 10 pahlawan olahraga dari berbagai cabor yang mengharumkan nama bangsa di kancah nasional dan internasional mendapatkan penghargaan berupa uang sejumlah 15 juta rupiah per orang. (foto: egan/kemenpora.go.id)
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) mewujudkan kepedulian terhadap para mantan atlet berprestasi, yang diserahkan Menpora Imam Nahrawi dan Dirut Pegadaian Sunarso pada acara seremonial di Halaman Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/5) malam. Sebanyak 10 pahlawan olahraga dari berbagai cabor yang mengharumkan nama bangsa di kancah nasional dan internasional mendapatkan penghargaan berupa uang sejumlah 15 juta rupiah per orang.
 
Pada usianya yang ke 117 pada tanggal 4 April 2018 yang lalu, sebagai bagian dari BUMN yang selalu "Hadir Untuk Negeri", Pegadaian memberikan apresiasi kepada para mantan atlet yang telah mampu mengumandangkan Indonesia Raya dan Merah Putih berkibar di manca negara. Hal ini juga diharapkan memacu spirit para atlet yang nanti berjuang sekuat tenaga pada pagelaran besar Asian Games dan Asian Para Games. 
 
"Sekali lagi terima kasih kepada Pegadaian yang telah memberikan penghargaan para pahlawan olahraga kita. Pemerintah tidak bisa sendiri, karena cabor olahraga begitu banyak yang harus dibina dan dipersiapkan demi prestasi, oleh karenanya kedepan kami berharap Pegadaian tidak hanya menjadi Bapak Asuh atau Bapak Angkat namun menjadi Bapak Asli pengembangan salah satu cabor. Kenapa Bapak Asli, karena pasti beda dibanding hanya sekedar Bapak Asuh ataupun Bapak Angkat," kata Menpora.
 
Menyambut hal tersebut spontan Dirut Pegadaian menimpali bahwa akan segera dikaji dan dipikirkan cabang olahraga yang cocok dengan tipikal Pegadaian yang dekat dengan kelas kecil dan mikro."Apa yang diharapkan Pak Menpora akan kita pikirkan, kita kaji, kira-kira cabang olahraga mana yang cocok dengan tipikal Pegadaian yang dekat dengan masyarakat kelas kecil bahkan mikro. Tentu tidak elok kalau Pegadaian membidik golf. Yang pasti nanti akan menjadi Bapak Asli," kata Dirut Sunarso.
 
Para atlet yang menorehkan prestasi pada zamannya dan mendapatkan apresiasi Pegadaian tersebut adalah, Hapsani (Atletik), perak, SEA Games 12 Singapura 1983. Heni Entin Sulastri (Karate), perak, Swedia Open 1992. Pergiwati Rapar (Judo), juara 3, SEA Games. Yulia Ros (Senam), 2 perunggu, SEA Games 23 Manila 2005. Marina Martin (Pencak Silat), juara 1, Pencak Silat Tingkat ASEAN Singapura 1980. Albert Papilaya (Tinju), emas pada SEA Games Malaysia 1989, dan 8 besar, Asian Games Korsel 1986 serta Kejuaraan Dunia Rusia 1989. Purnomo (Atletik), emas, SEA Games Thailand 1985. Fatmawati (Angkat Besi), emas, SEA Games Chiangmai 1995, Kejuaraan China 1996, Kejuaraan Dunia Thailand 1997. Yoshy (Senam Artistik), emas, SEA Games Bangkok 1985 dan Jakarta 1987. 
 
Pada penghujung kegiatan juga digelar eksebisi futsal yang mempertandingkan Tim Kemenpora yang dikapteni Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh melawan Tim Pegadaian yang dikomandani Dirut Pegadaian Sunarso. Disaksikan Menpora dan Para pejabat kedua institusi yang hadir. (cah)