Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Sesmenpora Menerima Kunjungan Staf Kantor Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO

Rabu, 10 Januari 2018 18:28:42

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menerima kunjungan Staf Kantor Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO sekaligus Pengasuh Organisasi Pencak Silat di KBRI Paris Alit Didin Suhana beserta rombongan, Rabu (10/1) sore di ruang kerja Sesmenpora lantai 3, Kemenpora. Kedatangan kunjungan mereka untuk membahas pengakuan pencak silat sebagai Warisan Budaya Indonesia.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menerima kunjungan Staf Kantor Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO sekaligus Pengasuh Organisasi Pencak Silat di KBRI Paris Alit Didin Suhana beserta rombongan, Rabu (10/1) sore di ruang kerja Sesmenpora lantai 3, Kemenpora. Kedatangan kunjungan mereka untuk membahas pengakuan pencak silat sebagai Warisan Budaya Indonesia.

Usai menerima kunjungan  tersebut, Sesmenpora menyampaikan bahwa,  pengakuan pencak silat oleh UNESCO sebagai warisan asli Indonesia pada tahun  2019 merupakan  langkah besar bagi Indonesia. “Diperkirakan awal 2019 hasil evaluasi UNESCO terhadap pencak silat sudah selesai, sehingga tahun 2019 mendatang pencak silat sudah ditetapkan UNESCO sebagai  Warisan Budaya Dunia Tak Benda atau Intangible Cultural  World Heritage,” ucapnya.

Masih katanya, secara kriteria pencak silat sangat memenuhi syarat, namun semua itu harus didukung penuh oleh para stakeholder pencaksilat itu sendiri. “Kalau semua iu sudah dilakukan saya yakin pencaksilat akan segera ditetapkan UNESCO menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda,” lanjutnya. 

Ia melanjutkan, dampak dari pengakuan ini sangat banyak. “Dunia akan mengakui bahwa, satu-satunya negara yang menjadi kelahiran dan pencetus  pencaksilat  adalah Indonesia. Dengan pengakuan ini maka peluang  untuk memasuki cabang olahraga pencaksilat  sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade akan lebih mudah. Dan yang terakhir, bahwa pencaksilat jangan dilihat sebagai olahraganya saja tapi juga harus dilihat seninya.  Karena di pencaksilat tersimpan tingginya budaya Indonesai dari mulai budi pekerti, kesabaran dan sebagianya. 

Sebagaimana diketahui, akhir Maret  2017 pencaksilat diajukan ke UNESCO untuk menjadi Warisan Budaya Dunia Tak Benda (Intangible Cultural  World Heritage).  Pengajuan ini dilakukan Indonesia mengingat pencaksilat memuhi syarat dan memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh bela diri lain. 

Sementara itu, Alit Didin Suhana mengingatkan bahwa, Malaysia juga akan mengajukan pencak silat ke UINESCO sebagai bagian dari negaranya. “Untuk itu, kalau kita tidak hati-hati maka bisa di dahulu Malaysia,” jelasnya. 

Ia pun merasa pencak silat memiliki perkembangan yang sangat luar biasa baik didalam dan diluar negeri berbagai kegiatan kejuaran telah diselenggarakan baik Nasional hingga Internasional. Selain itu, pencak silat juga telah diperhitungkan dalam berbagai event besar ajang olahraga internasional. “Semoga tahun berikutnya pencak silat bukan hanya menjadi nominasi akan tetapi juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang Olimpiade. (rep)
Bookmark and Share
Juli 2018
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31