Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Menpora: Diasporakan Indonesia


Menpora Andi Mallarangeng menyalami setiap mahasiswa Universitas Hasanuddin yang berkunjung ke Kemenpora pada Rabu (28/4) siang. (foto:muchlis/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Andi Alifian Mallarangeng mengatakan agar para mahasiswa Indonesia mampu mendiasporakan atau menyebarkan dirinya sebagai bangsa Indonesia di seluruh negara dunia. Sebagaimana bangsa Cina yang berhasil mendiasporakan komunitasnya ke seluruh penjuru dunia sehingga mampu memajukan negaranya. Perdagangan pun bisa berjalan lebih mudah dan efektif jika ada komunitasnya di negara tujuan.  

Dalam pertemuan dengan 65 mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Fakultas FISIP Universitas Hasanuddin di Ruang Teater kantor Kemenpora, pada Rabu (28/4) siang, Menpora didaulat oleh Kajur HI FISIP Unhas, Patrice Lumumba untuk membagi pengalaman Kemenpora dalam menjalin hubungan luar negeri.  

Menurut Menpora, globalisasi itu merupakan sesuatu yang pasti datang dan tidak seharusnya dikeluhkan.  "Winter is coming, just preparing your self to face the winter, to survive the globalization," pesannya.

Jadi, mahasiswa Indonesia harus punya kemampuan. Salah satunya, menurut Menpora, adalah dengan menguasai minimal tiga bahasa. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa daerah dan bahasa asing lainnya sebagai bahasa internasional seperti bahasa Inggris. "You have to be survive. Preparing your self and you have to mastered English," kata Menpora.

"Saat ini Indonesia mengembangkan dirinya sebagai salah satu negara besar dunia bukan dengan perang tetapi dengan mendiasporakan Indonesia.," jelasnya. Mahasiswa juga mempunyai kebebasan untuk menentukan, apakah akan menetap di luar negeri atau kembali ke Indonesia. Menurut Menpora, dua hal itu merupakan tindakan yang sama-sama membangun.

Dia menambahkan, ASEAN sebagai salah satu organisasi di lingkungan Asia Tenggara semakin lama makin berkembang menjadi komunitas, sehingga mobilitas barang dan penduduk makin cepat. Dengan demikian mahasiswa harus mempersiapkan diri, mampu bersaing dan jangan mau hanya sekedar menjadi juara kandang di negeri sendiri. (rin)