Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Pengumuman

Selasa, 03 Oktober 2017

[NARASI TUNGGAL] - Hari Batik Nasional

Peringatan Hari Batik Nasional, Seskab: Batik Jadi Perekat Sekaligus Simbol Persatuan
 
Batik merupakan perekat bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan. Dengan berbatik, tidak ada lagi strata sosial, kaya maupun miskin, karena batik menunjukkan kolektivitas dan kebersamaan. Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menanggapi makna yang bisa dipetik dari Peringatan Hari Batik Nasional, pada 2 Oktober 2017.
 
“Sekarang orang pakai batik hampir sama aja. Kalau dulu kan begitu orang memakai pakaian, pejabat dengan masyarakat itu kan beda. Kalau sekarang masyarakat ya pakai batik, pejabat pakai batik. Sehingga ini bagus untuk bangsa ini,” kata Pramono Anung, di ruang kerjanya Lantai 2 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, kemarin.
 
Disebutkan Seskab yang hampir setiap hari mengenakan baju batik ini, saat ini hampir semua pejabat tinggi negara dari atas hingga bawah semua mengenakan batik, tidak lagi bersafari. Masyarakat pun, lanjut Seskab, mengenakan batik tidak lagi semata-mata karena tanggal 2 Oktober menjadi Hari Batik Nasional tetapi karena batik sudah menjadi kebanggaan, dan memakai batik itu sudah seperti orang barat memakai jas dengan dasi.
 
Dengan demikian, menurut Seskab, batik juga sudah menunjukkan identitas bangsa Indonesia, yaitu bangsa yang sedang tumbuh menjadi bangsa yang besar dan tidak lagi terjebak sebagai bangsa kelas menengah. 
 
Bahkan, lanjut Seskab, saat ini, para kepala negara dalam forum-forum internasional, bukan hanya di Indonesia namun di luar negeri pun, seringkali memakai batik dengan corak yang dibuat sendiri. Para tamu dari negara lain yang datang ke kantor Seskab pun,seperti halnya Duta Besar, menurut Seskab, banyak yang mengenakan batik. Dengan semakin mendunianya batik, Seskab tidak khawatir jika negara lain ikut menggunakan batik. 
 
“Bagaimanapun kita sudah menjadi leader di dalam batik. Dan itu sudah diakui dunia bahwa batik milik kita. Kalau kemudian negara-negara lain menggunakan batik, ya bagus bagus aja,” ujar Seskab. 
 
Soal penetapan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, Seskab Pramono Anung mengatakan, warisan inilah yang kemudian harusnya dirawat bersama-sama. 
 
 
Berkembang
 
Menurut Seskab, saat ini, batik sudah sangat berkembang dan telah diproduksi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, NTT, NTB, Bali dan sebagainya. 
 
“Walaupun dengan corak kedaerahannya masing-masing ya, batik itu menjadi kuat. Dan sekarang ini, dengan industri batik sudah mendunia, Endek misalnya di Bali. Itu sudah menjadi pakaian yang di kalangan menengah ke atas, di luar negeri, mereka sering menggunakan itu untuk acara-acara resmi ketika musim panas,” tambah Pramono Anung. 
 
Dengan masuknya batik ke pagelaran fashion show di New York, di Milan, dan di kota-kota fashion dunia lainnya, Seskab mengingatkan bahwa batik harus dijaga terus-menerus. Karena di industri pakaian pasti ada kompetisinya. 
 
Dengan banyaknya daerah yang saat ini mendorong industri batik, menurut Seskab, tantangannya adalah bagaimana batik Indonesia tetap bisa bersaing secara harga. Pemerintah, sebut Seskab, tidak mungkin melakukan campur tangan di industri batik, tapi pemerintah akan mendorong, membuka market, membuka lapangan. 
 
“Itu diperlukan. Dan saya melihat, sekarang ini sebenarnya kompetisi batik sudah sangat sehat,” jelas Seskab Pramono Anung.
 
Seskab meyakini jika semua masyarakat menghargai batik sebagai hasil karya anak bangsa sendiri, warisan budaya batik akan semakin mendunia, karena kepercayaan diri memakai batik menjadi salah satu upaya untuk merawat warisan budaya bangsa. 
 
“Bagaimanapun warisan budaya ini perlu dirawat, dikembangkan, dan jangan sampai kemudian proses pengembangan itu hanya angin-anginan,” pungkas Seskab.
 
Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2017, Sekretariat Kabinet (Setkab) menyelenggarakan lomba swafoto “Bangga Berbatik” pada periode 2 sampai dengan 7 Oktober 2017. Setkab menyediakan hadiah 2 (dua) sepeda motor untuk 2 pemenang dengan pajak ditanggung oleh pemenang. 
 
Humas Setkab bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Humas Setkab bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 


Selasa, 03 Oktober 2017

[Himbauan diseminasi] Hari Kopi Internasional 2017

Rayakan Hari Kopi, Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional 
 
Industri pengolahan kopi menunjukkan kontribusi yang semakin meningkat bagi ekspor Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini mencatat angka ekspor USD 427,89 juta, atau meningkat sekitar 19% dari tahun 2015. “Neraca perdagangan produk kopi olahan kita surplus USD 349,18 juta. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama yaitu ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab.” jelas Dirjen Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pada acara puncak Perayaan Hari Kopi Internasional, Minggu (1/10).
 
Kementerian Perindustrian kembali menggelar perayaan Hari Kopi Internasional. Perayaan di tahun ke-3 ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil kopi robusta di Indonesia. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 29 September–1 Oktober 2017 ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri dan mendorong ekspor. 
 
Turut hadir menyaksikan pada kesempatan tersebut, Perwakilan berbagai Kementerian, para duta besar negara sahabat, Perwakilan 17 Provinsi Penghasil Kopi, Asosiasi Kopi, Petani Kopi, serta Dinas dan Lembaga. Bertemakan “Kopi Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat”, acara ini dirancang untuk semakin memperkuat budaya minum kopi yang sudah mengakar sejak lama bagi masyarakat Indonesia. Perayaan hari kopi intrnasional juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri. 
 
Potensi Pengembangan industri kopi olahan dan kopi spesial di dalam negeri masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata masih sebesar 1,1 kg perkapita/tahun. Jumlah itu jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto memaparkan, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi ditujukan untuk terus mengembangkan potensi pasar di dalam negeri. Beberapa program yang dikembangkan yaitu; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa (cupper), peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting. “Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama roasted bean di Asia dan dunia,” tutur Panggah
 
Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8 % dari produksi kopi dunia. Komposisi produksi kopi Indonesia adalah 72,84% kopi jenis robusta dan 27,16% kopi jenis arabika. “Kami optimistis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” paparnya.
 
Perayaan Hari Kopi Internasional merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Kementerian Perindustrian juga mengundang beberapa organisasi kopi untuk bertandang dalam acara tersebut. Seperti, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Ekportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).
 
Beragam acara ditampilkan mulai dari Workshop dan Pameran, Tur ke Perkebunan Kopi PT Nestle, Pertemuan Master Trainer, Pemilihan Duta Kopi, hingga acara minum kopi bersama. Kejuaraan Barista tingkat Nasional untuk kategori cup taste, manual brewing dan latte art juga digelar untuk mengapresiasi kemahiran para pecinta kopi. 
 
Selain dirayakan di Provinsi Lampung, perayaan Hari Kopi Internasional juga diadakan di tiga kota yaitu Batam, Pinrang, Badung dan Jakarta. Khusus di Jakarta, acara akan digelar dalam kegiatan Car Free Day. Di sana akan ada gerai kopi yang menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, sekaligus informasi kepada para pengunjung untuk akses permodalan kedai kopi. “Perhatian dan dukungan seluruh pihak terkait kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku rantai nilai perkopian Indonesia mulai dari petani, industri sampai penyedia jasa retail kopi dan konsumen,” tutup Gati. 
 
Biro Humas Kemenperin bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 
 
 
 
Sumber: Biro Humas Kemenperin bersama Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 
 
 
 
 
 
 


Oktober 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31