Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Pengumuman

Selasa, 31 Oktober 2017

[NARASI TUNGGAL] - Asia Pasific Food Forum

NARASI TUNGGAL

Sehat Berawal dari Piring Makanku

Jakarta, 30 Oktober 2017

Istilah “you are what you eat” sudah cukup banyak didengar masyarakat. Namun makna dari istilah tersebut perlu diresapi dan diinternalisasi oleh setiap individu bahwa zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi membawa pengaruh terhadap sistem tubuh. Maka tidak salah bila dikatakan bahwa asupan makanan menentukan kesehatan.

Makan bukan untuk sekadar kenyang, tetapi perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh. Karena itu, masyarakat hendaknya mengetahui apa itu “piring makanku” yang dapat menjadi acuan bagi kita setiap kali makan.

Piring sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Hal ini dikarenakan tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Untuk itu, konsumsilah pangan yang beragam.

Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan memiliki porsi paling banyak, yakni separuh bagian piring setiap makan (satu kali sajian).

Sementara itu, separuh bagian priring lainnya dapat diisi dengan makanan pokok yang bisanya mengandung karbohidrat dan lauk-pauk yang banyak mengandung protein (porsi protein harus lebih banyak dibanding karbohidrat).

Jadikan Ikan Sebagai Sumber Protein Utama

Protein sangat penting karena peranannya sebagai sumber energi, zat pembangun tubuh, bahkan berfungsi juga dalam mekanisme pertahanan tubuh.

Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek menyatakan bahwa saat ini dibutuhkan perubahan mindset masyarakat untuk tidak selalu berpikir daging merah sebagai sumber protein. Menkes mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kelautan yang sangat kaya akan jenis ikan yang beraneka ragam. Perairan yang sedemikian luas tentu mengandung kekayaan protein hewani yang tinggi dan dibutuhkan oleh masyarakat. Karena itu, Menkes mengajak masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber protein yang utama bagi keluarga Indonesia.

“Seharusnya ikan jadi makanan utama bagi masyarakat kita, karena (ikan) memiliki protein tinggi bila dimasak dengan benar”, tutur Menkes dalam salah satu rangkaian kegiatan Festival Ikan dan Lomba Masak Ikan Nusantara “Menuju Istana” yang bertempat di Kantor Staf Presiden di Jakarta Pusat, Senin siang (3/6).

Secara umum komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lainnya. Namun, ikan dikatakan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalam ikan bukan merupakan lemak jenuh. Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10). Selain itu, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani seperti daging sapi dan ayam.

“Lebih sehat ikan, karena (mengandung) bukan lemak jahat kalau bahasa awamnya. Ikan memiliki kandungan DHA, sementara daging sapi atau ayam tidak ada. Selain itu, ikan itu semuanya halal, dapat dikonsumsi semua usia,” tambah Menkes.

Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Dalam setiap sajian, masyarakat juga sebaiknya memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan Kementerian Kesehatan per orang per hari adalah: Gula tidak lebih dari 50 gr (4 sendok makan); Garam tidak melebihi 2000 mg natrium/sodium atau 5 gr (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gr (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan mengingat rumusannya adalah G4 G1 L5.

Gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2. Di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami, sehingga sebenarnya tambahan gula tidak dibutuhkan lagi.

Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Sedangkan lemak, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak dapat berbentuk padat dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng.

EAT Asia Pasific Food Forum

Pengenalan sumber protein dan zat gizi lainnya, bahkan hingga penanganan masalah pangan secara luas akan dibahas secara serius oleh para pengambil kebijakan (stakeholders) se-Asia Pasifik dalam EAT Asia Pacific Food Forum (APFF) 2017 pada 30-31 Oktober 2017 di Jakarta.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan EAT dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hal ini didasari atas semangat Presiden RI Joko Widodo yang bercita-cita besar dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dari pemenuhan gizi anak bangsa.

Lebih dari 500 perwakilan pemerintahan, peneliti, inovator, pelaku bisnis, akademisi dan anggota masyarakat akan terlibat dalam forum ini. Pembicara kelas dunia juga akan memaparkan sejumlah topik mulai dari perubahan pola konsumsi makanan, ketahanan sistem pangan, sampai topik yang lebih praktis seperti menu bernutrisi untuk masa depan yang lebih sehat. Selain pemimpin pemerintahan dan menteri dari berbagai negara, juga mengajak berbagai praktisi untuk berbagi pengalaman.

Sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja akan menjadi pembicara, yaitu Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko PMK Puan Maharani. Beberapa nama pejabat lainnya ikut memberikan solusi pangan bersama organisasi penggagas forum ini, EAT Foundation.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH


 

Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia


Senin, 30 Oktober 2017

Narasi Tunggal HSP Kemenpora

Peringati Sumpah Pemuda Ke-89, Menpora Lakukan Pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda dan Dialog Pemuda dari 9 Titik Yang Berbeda di Dalam dan Luar Negeri

Jakarta - Ada yang berbeda dengan peringatan Sumpah Pemuda ke-89 yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga tahun ini. Menteri Pemuda dan Olahraga melakukan napak tilas pembacaan kembali Ikrar Sumpah Pemuda bersama para pemuda yang berada di 9 lokasi terpisah yang berbeda di dalam dan luar negeri, Jumat Sore (27/10).

Para Pemuda yang mengikuti pembacaan ikrar ini berasal dari 9 kegiatan unggulan bidang kepemudaan, yakni Pemuda Magang di Turki, Pemuda Lintas Agama di Merauke-Papua, Peserta Kirab Pemuda di Kota Padang Panjang-Sumatera Barat, Peserta Kirab Pemuda di Ternate-Maluku Utara, Peserta Pemuda Tani di Bulukumba-Sulawesi Selatan, Pemuda Manufaktur di Sleman-Yogyakarta, Pemuda Anti Narkoba di Tangerang-Banten, Pemuda Mandiri Membangun Desa di Mojokerto-Jawa Timur, dan Pemuda Pelopor di Lokasi Pemberian Penghargaan Kota Layak Pemuda di Padang-Sumatera Barat.

“Kemajuan teknologi hari ini memungkinkan kita untuk melakukan kembali pembacaan ikrar ini secara bersama-sama, dengan menggunakan video conference yang menguatkan sekaligus membuktikan bahwa meski kita berbeda, meski kita jauh terpisah dari timur hingga barat dan utara selatan, di dalam dan luar negeri, namun jiwa kita masih sama, Indonesia. Kita akan terus menyerukan dan menggelorakan semangat berani bersatu terutama di kalangan anak muda,” ucap Menpora saat memimpin pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda ini.

Namun justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, Menpora menyebut justru bangsa ini lebih sering berselisih paham, mudah memvonis orang, mudah sekali terpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun.

“Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” jelas Menpora lagi.

Ia mengatakan 89 tahun yang lalu Ikrar Sumpah Pemuda menjadi sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia, karena ikrar 71 orang pemuda inilah yang membuat 17 tahun kemudian lahir Proklamasi Kemenrdekaan Repubik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.


“Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah,” ucapnya lagi seraya menambahkan bahwa para pemuda kala itu bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi, bertukar pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.

“Para Pemuda kala itu memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang kita sebut dengan “Berani Bersatu”, tegas Menteri asal Bangkalan, Madura ini.

Menpora mengutip pidato dari Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno, yang pernah menyampaikan: “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,”

“Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generani muda Indonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah pelah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan.” ucapnya lagi.

Sebagai pembantu Presiden yang menangani langsung urusan kepemudaan negeri ini, Imam Nahrawi mengucapkan rasa syukur bahwa di Era pemerintahan Presiden Republik Indonesia saat ini, Bapak Ir. Joko Widodo telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Pada bulan Juli 2017 yang lalu, Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Melalui Perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus digelorakan bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Jargon presiden “Kerja Bersama” sangat tepat untuk menyambut generasi millenial Indonesia. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Pemuda Indonesia Berani Bersatu!.

Rangkaian Kegiatan Bulan Pemuda 2017

Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya telah menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Pemuda, ditandai dengan pelaksanaan berbagai program unggulan di bidang kepemudaan Kemenpora, diantaranya Kirab Pemuda 2017 yang telah digelar sejak akhir September lalu.
Program Kirab Pemuda 2017 melibatkan 73 pemuda terpilih dari seluruh Indonesia yang melakukan perjalanan keliling Indonesia selama 72 hari untuk melakukan napak tilas kebhinekaan dan menggelorakan semangat Pemuda Indonesia Berani Bersatu. Kirab Pemuda 2017 ini juga sebagai ajang menyalurkan kreativitas pemuda dan mengembangkan potensi wisata lokal di setiap daerah. Sebanyak 34 provinsi dilewati dengan 100 Kabupaten/Kota yang dilibatkan dalam Kirab Pemuda yang menjadi inisiasi yang dilakukan untuk pertama kalinya ini. Adapun rute yang dilewati oleh para peserta Kirab ini terdiri dari dua rute besar yakni Zona !, yang berawal dari Miangas melintasi Sabang dan berakhir di Blitar, dan Zona 2 yang berawal dari Rote Ndao melintasi Merauke menuju Blitar dan akna berakhir pada tanggal 8 Desember mendatang.

Kegiatan kepemudaan lainnya yang diadakan yakni pemberian penghargaan terhadap pemuda berprestasi, penghargaan pemuda dengan disabilitas berprestasi, temu komunitas pemuda dan organisasi kepemudaaan, pengumuman pemenang lomba foto dan pengumuman dimulainya Pemilihan Pemuda Hebat Pilihan Netizen, yang merupakan kegiatan menominasikan pemuda hebat yang berdampak positif bagi lingkungan yang belum pernah mendapatkan peliputan luas dari media yang melibatkan partisipasi netizen dengan menggunakan media sosial.

Biro Humas dan Hukum Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
 

Sumber: Biro Humas dan Hukum Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo


Jumat, 27 Oktober 2017

Pemenang Lomba Foto Kemenpora 2017

Download file

Sumber: Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum - Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga


Kamis, 26 Oktober 2017

[NARASI TUNGGAL] - Rapat Kerja Pemerintah 2017

Sumber: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

 

 


Kamis, 26 Oktober 2017

[NARASI TUNGGAL] - Kerja Bersama

Sumber: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia


Kamis, 19 Oktober 2017

(Update Terbaru) Surat Edaran Menpora Dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 tahun 2017

Download file

Sumber: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia


Senin, 16 Oktober 2017

SK Penetapan Pemuda Pelopor 2017

Download file

Sumber: Asisten Deputi  Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Deputi  Pengembangan Pemuda


Kamis, 12 Oktober 2017

Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj) di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga

Download file

Sumber: Biro Perencanaan dan Organisasi - Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga


Oktober 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31