Olimpiade Tokyo 2020 Berakhir, Menpora Amali Apresiasi Atlet, Pelatih dan NOC Indonesia

Senin, 09 Agustus 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan apresiasi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 karena sukses menggelar kegiatan multi event olahraga tertinggi di
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan apresiasi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 karena sukses menggelar kegiatan multi event olahraga tertinggi di

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan apresiasi kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 karena sukses menggelar kegiatan multi event olahraga tertinggi di dunia tersebut meski dalam situasi pandemi COVID-19.

Olimpiade Tokyo sendiri digelar sejak tanggal 23 Juli – 8 Agustus 2021. Upacara penutupan olimpiade ini berlangsung di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu (8/8) malam WIB.

“Tentu kita mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan olimpiade ini, mengapresiasi kerja panitia dan juga mengapresiasi IOC sebagai penanggung jawab utama dari kegiatan multi event olahraga internasional ini,” ujar Menpora Amali.

Selain itu, Menpora Amali mewakili pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pelatih, atlet, dan tenaga pendamping serta Komite Olimpiade Indonesia atau NOC Indonesia atas upaya maksimal dan kerja sungguh-sungguhnya dalam ajang ini.

“Saya kira pemerintah mengapresiasi, menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum NOC Indonesia atau Komite Olimpiade Indonesia dan jajaran. Kepada para atlet, para pelatih, tenaga pendukung dan tentu pimpinan-pimpinan cabor yang dimana atletnya sudah berlaga di Olimpiade Tokyo,” pungkasnya.

Menurut Menpora Amali, kesuksesan Jepang dalam menyelenggarakan kegiatan multi event olahraga walaupun di tengah-tengah pandemi COVID-19 harus dijadikan pelajaran bagi Indonesia yang nanti akan menyelenggarakan event olahraga baik itu multi event maupun single event.

“Pelajaran berharga dari penyelenggaraan olimpiade akan kita jadikan sebagai bahan untuk pengalaman kita menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam negeri,” jelasnya.

Selain itu, Menpora Amali mengungkapkan, kaitan dengan prestasi, dalam ajang olimpiade kali ini banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik. Bahkan banyak terjadi kejutan dimana atlet yang sebelumnya diunggulkan, justru harus gugur di babak di awal-awal atau babak penyisihan.

“Olahraga ini dinamis, sehingga perkiraan-perkiraan atau analisis-analisis yang kita tetapkan di awal itu bisa saja berubah dan berbeda dengan kenyataan,” jelasnya.

Menurut dia, para atlet dan offisial sudah sangat luar biasa untuk mempertahankan, jangan sampai Indonesia akan bernasib seperti negara-negara yang lain. Bahkan negara-negara tetangga Indonesia yang jumlah kontingen lebih banyak tapi tidak memperoleh medali.

“Kalau dilihat perolehan kita misalnya menggunakan ukuran sebagaimana yang kita terapkan di 2016 Olimpiade Rio de Janeiro kita nggak jelek-jelek amat. Bahkan perolehan medalinya, kalau dari jumlah kita lebih dari apa yang kita peroleh di Rio de Jeneiro,” ungkap Menpora Amali.

Namun demikian, sejalan dengan adanya Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional maka paradigma juga berubah yakni menjadikan olimpiade sebagai target utama. Sementara Asian Games dan SEA Games hanya menjadi sasaran antara saja. Sehingga target di olimpiade pun berubah yakni perbaikan peringkat, bukan lagi perolehan medali tiap cabang olahraga. 

“Karena ini hal yang baru dan ini adalah affirmative action yang kita harus ambil untuk menyahuti arahan bapak presiden supaya kita bisa melakukan review total terhadap ekosistem pembinaaan Olahraga Nasional. Maka, mau tidak mau kita harus lakukan ini. Kalau kita ingin mengejar ketertinggalan dan prestasi olahraga kita, maka jalan ini harus kita lalui. Blue print, peta jalan ini juga harus kita lakukan dengan segala konsekuensinya,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait melorotnya posisi Indonesia dari target sebelumnya yakni menempati urutan 40 atau perbaikan dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu yang menempati urutan 46. Menurutnya, Indonesia yang menempati posisi 55 saat ini disebabkan oleh dinamisnya olahraga dimana negara-negara yang pada Olimpiade Rio de Jeneiro bahkan tidak masuk rangking olimpiade kini mereka banyak meraih medali.

“Saya kira kalau kita menggunakan ukuran medali kita malah bertambah. Tetapi kita sudah mau merubah paradigma dengan menghitung ranking, maka ini harus juga menyesuaikan,” ungkapnya. 

Oleh karena itu, kata dia, parameter-parameter yang dijadikan untuk mengukur olimpiade ke olimpiade kurang tepat. Misalnya, Olimpiade Tokyo diukur dari Olimpiade Rio de Jeneiro karena ada contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat medali.

“Akhirnya kita menyadari bahwa DBON atau Desain Besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain buat kita. Karena kita akan menatap Olimpiade Paris 2024,” harapnya.(ded)

Ken Swagumilang atlet para panahan putra Indonesia berhasil membungkam wakil tuan rumah Thailand. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Bungkam Tuan Rumah, Ken Swagumilang Berhasil Raih Emas ASEAN Para Games 2025 Thailand

Ken Swagumilang atlet para panahan putra Indonesia berhasil membungkam wakil tuan rumah Thailand, Comsan Singpirom usai meraih medali emas di laga final nomor Men's Individual Compound yang diselenggarakan di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1) siang.

Atlet putra dan putri terbaik Kontingen Indonesia yang masih berjuang dilaga ASEAN Para Games Ke-13 Tahun 2025 Thailand. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Kontingen Merah Putih Sukses Raih Target 82 Medali Emas di Hari Ke-4 Penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 Thailand

Atlet putra dan putri terbaik Kontingen Indonesia yang masih berjuang dilaga ASEAN Para Games Ke-13 Tahun 2025 Thailand, telah berhasil meraih target pencapaian 82 medali emas. Menpora Erick Thohir menyampaikan rasa bangganya, serta berharap para atlet tetap tampil optimal hingga laga usai.

Kontingen Merah Putih yang berlaga di panggung ASEAN Para Games 2025 Thailand terus menorehkan medali emas. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Kembali Buat Bangga, Kontingen Merah Putih Panen 29 Medali Emas di Hari Ketiga ASEAN Para Games 2025 Thailand

Kontingen Merah Putih yang berlaga di panggung ASEAN Para Games 2025 Thailand kembali membuat bangga, usai dihari ketiga pelaksanaan pesta olahraga penyandang disabilitas itu berhasil menyumbangkan 29 medali emas, per Jumat (23/1) malam.

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Senin, 19 Januari 2026

Atlet Dayung Perahu Naga Mariyati Ingin Daftar Haji dan Umrahkan Orang Tua dengan Bonus SEA Games 2025

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025. Bersama timnya, perempuan asal Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ikut membawa Indonesia keluar sebagai juara umum dalam nomor cabang olahraga (cabor) ini.

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah di SEA Games 2025 Thailand.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Ardana Cikal, Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia Gunakan Bonus Untuk Investasi dan Kembangkan Fasilitas Panjat di Bandung

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah atas capaian prestasinya di SEA Games 2025 Thailand lalu dengan meraih emas di nomor lead putra.

Vicky Tahumil Junior sukses menyumbangkan medali emas tinju kelas 51 kilogram putra di SEA Games Ke-33 Tahun 2025 Thailand.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Petinju Peraih Emas Vicky Tahumil Junior Pikir-Pikir Bonus SEA Games 2025 untuk Buka Usaha

Senang dan bangga, dua perasaan itu menyelimuti Vicky Tahumil Junior tatkala sukses menyumbangkan medali emas tinju kelas 51 kilogram putra si SEA Games Ke-33 Tahun 2025 Thailand. Apalagi di final dirinya mengalahkan petinju tuan rumah Thailand, Thitisan Panmot.

Keluarga dan masa depan adalah di antara hal terpenting dalam hidup atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi.(foto: Instagram/antasyafi_robby)
Rabu, 14 Januari 2026

Untuk Keluarga dan Investasi, Atlet Panjat Tebing Antasyafi Robby Sebut Bonus SEA Games 2025 Menunjang Prestasi

Keluarga dan masa depan adalah di antara hal terpenting dalam hidup atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi. Karena itu, bonus Rp1 miliar yang didapatkannya usai mendulang emas speed klasik panjat tebing putra SEA Games 2025 akan digunakan untuk kepentingan dua hal tersebut.

Menpora Erick Hadiri FIFA World Cup 2026 Trophy Tour di Jakarta
Jumat, 23 Januari 2026

Menpora Erick Hadiri FIFA World Cup 2026 Trophy Tour di Jakarta

Menpora Erick Thohir menghadiri FIFA World Cup 2026 Trophy Tour di Jakarta Convention Cenyer (JCC), Jakarta, Kamis (22/1).

Menpora Erick Sambut Baik Gelaran Pocari Sweat Run 2026
Jumat, 23 Januari 2026

Menpora Erick Sambut Baik Gelaran Pocari Sweat Run 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik gelaran Pocari Sweat Run 2026.

Menpora Erick Dukung Perjuangan Tim Boccia Indonesia di Asean Para Games 2025
Rabu, 21 Januari 2026

Menpora Erick Dukung Perjuangan Tim Boccia Indonesia di Asean Para Games 2025

Menpora RI Erick Thohir, menyaksikan atlet boccia Indonesia berlaga di babak penyisihan grup, ASEAN Para Games 2025 Thailand

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile