Menpora Amali Bangga Unwahas Peduli Olahraga Indonesia untuk Lahirkan Atlet Berprestasi Dunia

Kamis, 24 Juni 2021
Bagikan:
Menpora Amali sampaikan rasa bangga atas peran serta Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mampu melahirkan atlet berprestasi tingkat dunia. Atlet yang dimaksud adalah Kiromal Katibin, mahasiswa Unhawas, yang berhasil memecahkan rekor dunia panjat t
Menpora Amali sampaikan rasa bangga atas peran serta Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mampu melahirkan atlet berprestasi tingkat dunia. Atlet yang dimaksud adalah Kiromal Katibin, mahasiswa Unhawas, yang berhasil memecahkan rekor dunia panjat t

Jakarta: Menpora Amali sampaikan rasa bangga atas peran serta Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mampu melahirkan atlet berprestasi tingkat dunia. Atlet yang dimaksud adalah Kiromal Katibin, mahasiswa Unhawas, yang berhasil memecahkan rekor dunia panjat tebing pada kompetisi internasional, IFSC Boulder World Cup 2021 di Kota Salt Lake, Amerika Serikat (29/5) yang lalu. 

Pada nomor kecepatan pria, ia mencatat waktu 5,258 detik memecahkan rekor dunia atlet Iran, Reza Aliourshenazandifar, sejak 30 April 2017 dengan waktu 5,48 detik. "Saya bangga Unhawas menjadi tempat atlet meniti karier akademik dan dibidang cabang olahraga. Salut ada atletnya yang memecahkan rekor dunia panjat tebing yaitu Kiromal Katibin," kata Menpora Amali saat membuka Webinar Olahraga melalui virtual, dari Sitroom Lantai 9 Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/6) pagi. 

Menyinggung tentang tema sentral webinar kali ini, yakni "Optimalisasi Industri Olahraga Menyongsong Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032", Menpora menegaskan kembali bahwa saat peringatan Haornas ke-XXXVII lalu telah dicanangkan tiga tema sekaligus yakni Sport Science, Sport Tourism, dan Sport Industry. Ditambah lagi dengan arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa Menpora bersama seluruh stakeholder (KONI, NOC, Akademisi, Praktisi) diperintahkan untuk mereview total ekosistem pembinaan prestasi olahraga.

"Penduduk Indonesia hampir 270 juta, sementara dibandingkan dengan negara lain yang penduduknya sedikit olahraganya maju, kita harus mengoreksi diri," ucapnya.

Nah, menjawab arahan Presiden, Menpora merespon secara cepat dengan berdiskusi maraton bersama seluruh stakeholder dengan mempersiapkan rancangan Desain Besar (Grand Design) Keolahragaan Nasional, yang sudah dilaporkan pada Ratas Kabinet (5/3) yang lalu, dan saat ini sudah proses finalisasi Perpres sebagai dasar hukum.

"Secara garis besar perlu saya sampaikan bahwa dalam Grand Design jelas bahwa sasaran utama adalah Olimpiade Paralimpiade, sedangkan Asian Games/Asian Para Games, SEA Games/ASEAN Para Games merupakan sasaran antara menuju Olimpiade," jelasnya.

Untuk menuju sasaran utama tersebut pembinaan prestasi harus berkelanjutan, terstruktur, dan masif.
"Sebagai contoh kesuksesan prestasi Asian Games 2018 setidaknya ada dua faktor penunjang yaitu tuan rumah dan cabor Pencak Silat yang menyumbang 14 emas. Apakah pada 2022 masih bisa dipertahankan, Pencak Silat tidak dipertandingkan, menjadi evaluasi tersendiri. Artinya prestasi tidak bisa by accident harus by design, harus dipabrikasi, dan itu ada di Desain Besar Keolahragaan Nasional," tegasnya.

Dengan Desain Besar Keolahragaan Nasional ditetapkan target-target per olimpiade, yang harapkan pada 2044 jelang peringatan satu abad Kemerdekaan Indonesia posisi pada 5 besar di Olimpiade maupun Paralimpiade.

Sebelumnya Rektor Unwahas Mudzakkir Ali dan Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang Noor Achmad menyatakan akan terus mendukung upaya pemerintah dalam pembinaan olahraga serta suksesnya bidding tuan rumah olimpiade 2032.

"Salah satu bentuk dukungan Unwahas adalah pada FKIP ada Prodi PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi). Menjadikan olahraga hal penting guna menjaga kesehatan, pertahanan diri, kapabilitas bangsa di percaturan dunia," kata Rektor dalam sambutannya. (cah)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026