Wamenpora Taufik Pimpin Rakor Persiapan SEA Games 2025: Tekankan Efisiensi, Fokus pada Potensi Medali

Selasa, 16 September 2025
Bagikan:
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Reviu terkait persiapan atlet Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand, Senin (15/9) di Kantor Kemenpora. (foto:Andre/ke
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Reviu terkait persiapan atlet Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand, Senin (15/9) di Kantor Kemenpora. (foto:Andre/ke

Jakarta: Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Wamenpora RI), Taufik Hidayat, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Reviu terkait persiapan atlet Indonesia menuju SEA Games ke-33 di Thailand, Senin (15/9) di Kantor Kemenpora. 

Kehadiran Tim Reviu dipimpin langsung oleh  Prof. Yunyun Yudiana selaku Ketua Tim Reviu. Rapat ini membahas secara mendalam program pemusatan latihan nasional (pelatnas), pemilihan cabang olahraga, hingga proyeksi target medali.

Dalam arahannya, Wamenpora Taufik menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang tepat dan efisien, mengingat waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar dua bulan setengah. "Perlunya seleksi ketat cabang olahraga yang akan diikuti, dengan mempertimbangkan potensi medali dan efektivitas jumlah atlet," ujarnya.

“Saya sudah mempelajari laporan persiapan SEA Games 2025. Yang perlu digarisbawahi adalah kita harus memilih opsi terbaik dari berbagai skema yang ada. Tidak semua cabang olahraga punya potensi, sehingga kita harus benar-benar menentukan prioritas,” sambung  Wamenpora Taufik.

Ia juga mengingatkan agar jumlah kontingen tidak membengkak tanpa perhitungan matang. “Selama ini kita tidak pernah memberangkatkan lebih dari seribu atlet, kecuali saat menjadi tuan rumah. Jadi harus dipastikan, apakah dengan jumlah sebesar itu anggarannya  kuat, baik untuk keberangkatan maupun perolehan medali emas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wamenpora meminta seluruh jajaran, termasuk deputi, asisten deputi, hingga tim re­viu, untuk terjun langsung memantau pelatnas di berbagai cabang olahraga. Pemantauan ini tidak boleh bersifat seremonial, melainkan fokus pada kebutuhan nyata atlet dan pelatih. 

“Saya ingin datang ke pelatnas dengan natural, tidak mengganggu latihan, tapi bisa berdialog langsung dengan atlet dan pelatih. Kita perlu mendengar aspirasi mereka, sekaligus memberi motivasi,” tambahnya.

Menutup arahannya, Wamenpora Taufik berharap seluruh tim dapat menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi. “Kita punya waktu singkat. Mari kita maksimalkan agar SEA Games 2025 menjadi momentum pembuktian prestasi Indonesia sekaligus pelajaran penting untuk perhelatan internasional berikutnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Reviu, Prof. Yunyun Yudiana, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan reviu terhadap 52 cabang olahraga yang diproyeksikan tampil di SEA Games 2025. 

Menurutnya, sinergi antara Tim Reviu dan cabang olahraga berjalan cukup baik, dengan tujuan memperkuat posisi Indonesia di SEA Games. Harapannya, ajang 2025 ini menjadi tolok ukur awal untuk melangkah lebih jauh ke level Asia dan dunia.

"Dari hasil reviu, diperkirakan kontingen Indonesia akan terdiri dari sekitar 1.110 atlet dan 440 pelatih. Kami menekankan seleksi yang ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki peluang meraih medali, tidak hanya di SEA Games, tetapi juga berkelanjutan hingga Asian Games dan Olimpiade,” jelasnya.

Sedangkan Anggota Tim Reviu, Del Asri menyampaikan bahwa ada 11 cabang olahraga yang sekaligus menjadi bagian dari program road to Olympic Games 2028, di antaranya panjat tebing, angkat besi, bulutangkis, panahan, balap sepeda, atletik, renang, judo, menembak, dan rowing. Sementara 37 cabang lainnya difokuskan untuk road to Asian Games 2026.

"Pada SEA Games sebelumnya kita berhasil meraih 87 medali emas dan menempati peringkat tiga.  Berdasarkan proyeksi yang dibuat, jika format pertandingan mengikuti SEA Games Thailand dengan menggunakan nomor yang sama seperti di Kamboja, maka kita berpotensi kehilangan 41 medali emas. Artinya, ada 41 nomor dari cabang olahraga kita yang tidak dipertandingkan oleh tuan rumah," ujarnya. 

Kondisi ini menurutnya, menguntungkan tuan rumah, yang diprediksi memiliki peluang besar menjadi juara umum. Kendati demikian, Tim Reviu tetap optimistis Indonesia mampu mempertahankan posisi tiga besar dengan target perolehan 80 hingga 92 medali emas.

Hadir dalam rakor tersebut Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Surono, Asisten Deputi Olahragawan Elit Budi Ariyanto Muslim. Sedangkan Anggota Tim Reviu Iman Sulaiman, Oce Wiriawan, Agung Robianto.(rep)

Tim para renang Indonesia tampil gemilang di ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Rabu, 21 Januari 2026

Tim Para Renang Indonesia Sukses Panen Medali Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Tim para renang Indonesia tampil gemilang di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Enam medali emas berhasil dikoleksi para atlet Merah Putih dari nomor putra dan putri pada hari pertama perlombaan cabang olahraga tersebut.

Langkah Kemenpora RI menjaring posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga dari kalangan profesional mendapat tanggapan positif dari Susi Susanti. (foto:Herry/kemenpora.go.id)
Rabu, 21 Januari 2026

Susi Susanti Apresiasi Terobosan Kemenpora Beri Kesempatan Kalangan Profesional Ikuti Seleksi Deputi Pengembangan Industri Olahraga

Langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) dengan menjaring posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga dari kalangan profesional mendapat tanggapan positif dari legenda Olimpiade bulutangkis Indonesia Susi Susanti yang bersama suaminya, Alan Budikusuma juga menjadi pelaku industri olahraga dengan memproduksi aparel dan peralatan bulutangkis bernama Astec (Alan Susi Technology).

Menpora RI Erick Thohir, menyaksikan atlet boccia Indonesia berlaga di babak penyisihan grup, ASEAN Para Games 2025 Thailand dari tribun penonton. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Rabu, 21 Januari 2026

Dari Tribun Penonton, Menpora Erick Motivasi Perjuangan Tim Boccia Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir, menyaksikan atlet boccia Indonesia berlaga di babak penyisihan grup, ASEAN Para Games 2025 Thailand dari tribun penonton.

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah di SEA Games 2025 Thailand.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Ardana Cikal, Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia Gunakan Bonus Untuk Investasi dan Kembangkan Fasilitas Panjat di Bandung

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah atas capaian prestasinya di SEA Games 2025 Thailand lalu dengan meraih emas di nomor lead putra.

Vicky Tahumil Junior sukses menyumbangkan medali emas tinju kelas 51 kilogram putra di SEA Games Ke-33 Tahun 2025 Thailand.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Petinju Peraih Emas Vicky Tahumil Junior Pikir-Pikir Bonus SEA Games 2025 untuk Buka Usaha

Senang dan bangga, dua perasaan itu menyelimuti Vicky Tahumil Junior tatkala sukses menyumbangkan medali emas tinju kelas 51 kilogram putra si SEA Games Ke-33 Tahun 2025 Thailand. Apalagi di final dirinya mengalahkan petinju tuan rumah Thailand, Thitisan Panmot.

Keluarga dan masa depan adalah di antara hal terpenting dalam hidup atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi.(foto: Instagram/antasyafi_robby)
Rabu, 14 Januari 2026

Untuk Keluarga dan Investasi, Atlet Panjat Tebing Antasyafi Robby Sebut Bonus SEA Games 2025 Menunjang Prestasi

Keluarga dan masa depan adalah di antara hal terpenting dalam hidup atlet panjat tebing Antasyafi Robby Al Hilmi. Karena itu, bonus Rp1 miliar yang didapatkannya usai mendulang emas speed klasik panjat tebing putra SEA Games 2025 akan digunakan untuk kepentingan dua hal tersebut.

Di tengah riuhnya Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok perempuan lansia tampak mencuri perhatian. Dia adalah Nelly Rohati, wanita berusia 73 tahun asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (foto:jefris/keme
Kamis, 31 Juli 2025

Usia Senja Tak Halangi Semangat Nelly Rohati Berkompetisi di Fornas VIII NTB

Di tengah riuhnya Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB), sosok perempuan lansia tampak mencuri perhatian. Dia adalah Nelly Rohati, wanita berusia 73 tahun asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Menpora Erick Dukung Perjuangan Tim Boccia Indonesia di Asean Para Games 2025
Rabu, 21 Januari 2026

Menpora Erick Dukung Perjuangan Tim Boccia Indonesia di Asean Para Games 2025

Menpora RI Erick Thohir, menyaksikan atlet boccia Indonesia berlaga di babak penyisihan grup, ASEAN Para Games 2025 Thailand

Menpora Erick Tinjau Asrama Atlet Asean Para Games 2025
Rabu, 21 Januari 2026

Menpora Erick Tinjau Asrama Atlet Asean Para Games 2025

Menpora RI Erick Thohir, meninjau Asrama Atlet ASEAN Para Games 2025 Thailand di Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (21/1) pagi.

Dukung Perjuangan Para Atlet, Menpora Erick Hadiri Pembukaan Asean Para Games 2025 Thailand
Rabu, 21 Januari 2026

Dukung Perjuangan Para Atlet, Menpora Erick Hadiri Pembukaan Asean Para Games 2025 Thailand

Menpora RI Erick Thohir, menghadiri pembukaan ASEAN Para Games ke-13 Tahun 2025 di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Selasa (20/1) malam.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile