Atlet dan Ofisial PON XXI Aceh-Sumut 2024 Akui Pelayanan Konsumsi Sudah Baik

Selasa, 17 September 2024
Bagikan:
Persoalan konsumsi para atlet yang dinilai kurang layak dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 di wilayah Aceh tampaknya mulai mendapatkan perbaikan. Sebagaimana diutarakan para atlet dan ofisial yang berlaga.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Persoalan konsumsi para atlet yang dinilai kurang layak dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 di wilayah Aceh tampaknya mulai mendapatkan perbaikan. Sebagaimana diutarakan para atlet dan ofisial yang berlaga.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Banda Aceh: Persoalan konsumsi para atlet yang dinilai kurang layak dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 di wilayah Aceh tampaknya mulai mendapatkan perbaikan. Sebagaimana diutarakan para atlet dan ofisial yang berlaga.

"Kami mengerti, karena ini event besar, mengurus banyak orang tidak mungkin semua sempurna. Kami juga sebelumnya menjadi tuan rumah, mengerti segala kekurangan dan kelebihan mengurus banyak orang," tutur Lydia Veronika Kwano, ofisial rugby Kontingen Papua.

Disampaikan, saat awal-awal datang pihaknya mendapati adanya keterlambatan dalam pengiriman konsumsi atlet dari bidang konsumsi Panitia Besar (PB) PON. Sehingga waktu makanan tiba, sudah terlewat dari jam makan. 

"Terlewat dari jam makan yang seharusnya. Seperti kalau jam 12 siang harusnya kita sudah makan, bisa sampai molor jam 2. Atau malamnya juga begitu bisa molor," terang Lydia.

Keterlambatan ini menurutnya telah disampaikan kepada panitia melalui Liaison Officer (LO). Dari panitia melakukan perbaikan sehingga kini dalam pengantarannya, baik ke hotel maupun ke arena pertandingan tak lagi terlambat.

"Akhir-akhir ini sudah diperbaiki. Puji Tuhan sudah tepat waktu. Untuk konsumsi disesuaikan. Kami koordinasikan diantar ke hotel atau saat ada pertandingan diantar ke venue," bebernya.

Perihal menu, Lydia menyatakan masing-masing memiliki penilaian yang berbeda-beda. Namun menurutnya sudah sesuai dengan yang dibutuhkan atlet, di antaranya dengan adanya unsur protein dalam menu daging yang disajikan. 

"Mungkin yang dikeluhkan itu menunya tidak berkuah, jadi kering begitu," tutur Lydia.

Terkait selera ini juga disampaikan atlet anggar Kaltim Anis Niehlah. Perempuan berhijab ini mengaku mengalami gegar budaya tatkala mendapati variasi menu yang diberikan acapkali terasa manis.

"Konsumsi selama PON kami mengalami culture shock ya. Makanan di sini lebih manis dan juga karbonya itu lebih sedikit. Mungkin karena culture shock jadi tidak terbiasa makanan di sini, sering manis," ungkapnya.

Menurut Anis, kualitas konsumsi yang didapatkan tidak menentu. Terkadang pihaknya mendapati kualitasnya bagus, namun kadang juga mendapat kualitas yang sebaliknya. Namun menu yang diberikan tetap dikonsumsi sebagai pemenuhan gizi yang diperlukan.

"Untuk konsumsi itu sendiri sejauh ini ya tergantung situasi. Kemungkinan karena kondisi bungkusnya tidak sesuai. Bisa saja makanannya dalam kondisi segar saat dibungkus di dapur, namun saat datang kepada kami menjadi lembek beruap. Tetapi ya masih layak makan," urainya.

Sementara itu pemain basket 3x3 Jawa Timur (Jatim) Marcell Bonfil secara jujur menyatakan konsumsi yang diberikan tidak enak. Sehingga pihaknya sampai mengombinasikannya dengan membeli makanan di luar.

"Karena takut juga nanti makanannya tidak cocok lalu diare. Penampilannya juga kurang meyakinkan buat saya," sebut Marcell.

Meski begitu dia menilai menu nasi kotak yang diberikan terbilang layak konsumsi. Namun menurutnya seperti bukan ditujukan untuk atlet. 

Selain soal rasa, Marcell turut menyoroti perihal keterlambatan pengantaran menu khususnya saat makan siang. Sehingga tim selalu membeli makanan dari luar. 

"Untungnya saat pagi dan malam kami makan di hotel jadi enak," tandas Marcell. 

Pendapat berbeda disampaikan Fajri, atlet anggar asal Riau. Menurutnya konsumsi yang diterima selama penyelenggaraan PON aman-aman saja. Dari segi pengantaran selalu datang tepat waktu.

"Kan makan siang jam 12 nih, nah jam 11 menunya sudah sampai. Untuk makan malamnya sama juga, satu jam sebelum jam makan sudah sampai," kata dia.

Dalam pemenuhan gizi terbilang tercukupi. Karena selain makan berat, pihaknya juga mendapatkan makanan ringan salah satunya susu. "Menurut saya tercukupi sih," simpul Fajri.

Walaupun diakui dalam hal porsi kerap kali terdapat perbedaan ukuran lauk, namun secara umum Fajri menilai konsumsi atlet sudah oke.

Soal porsi, Kapten Tim Rugby Jawa Barat (Jabar) Sukarma senada dengan Fajri. Menurutnya porsi menu yang didapatkan terbilang kurang, meski daftar menunya standar.

"Secara porsi mungkin kurang, lauknya juga sayurnya sedikit sih," ucapnya. 

Kata Sukarma, sebagai tim terakhir yang datang ke Aceh, pihaknya merasakan pemberian konsumsi yang sudah sesuai. Sehingga terasa perbaikan dari PB PON berkaitan dengan konsumsi.

Diketahui, PB PON Aceh mengambil langkah cepat dengan menambah armada dan tenaga bantuan untuk meningkatkan distribusi konsumsi selama PON XXI Aceh-Sumut 2024. Langkah ini agar menghindari keterlambatan yang bisa memengaruhi persiapan dan performa atlet.

Ketua Bidang Konsumsi PB PON Aceh Diaz Furqan sebelumnya menyampaikan, langkah konkret ini dilakukan untuk mengatasi segala kemungkinan hambatan. Dalam hal ini PB PON Aceh bekerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh meningkatkan armada distribusi supaya bisa menjangkau lokasi-lokasi tempat tinggal atlet yang tersebar di berbagai daerah, termasuk yang jauh dari pusat kegiatan.

“Penting bagi kami untuk memastikan atlet menerima konsumsi mereka tepat waktu. Kami memohon maaf atas kendala yang mungkin terjadi, namun kami segera melakukan evaluasi dan perbaikan jika ada potensi hambatan,” papar Diaz.

Selain menambah armada, PB PON Aceh juga melibatkan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banda Aceh dalam proses pengepakan makanan. Keterlibatan para siswa ini bertujuan mempercepat dan mempermudah distribusi konsumsi. 

“Kolaborasi ini tidak hanya memastikan distribusi berjalan lancar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi generasi muda Aceh untuk berpartisipasi dalam PON,” imbuh Diaz. (luk)

Menpora RI Erick Thohir ingin mengajak anak muda Indonesia membangun fondasi dan memberikan solusi untuk masa depan bangsa Indonesia. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Menpora Erick: IYS 2026 Jadi Ajang Membangun Fondasi dan Solusi untuk Masa Depan Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir ingin mengajak anak muda Indonesia membangun fondasi dan memberikan solusi untuk masa depan bangsa Indonesia.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Menpora Erick Thohir dan Menaker Prof Yassierli dalam kegiata Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Menpora Erick MoU dengan Menaker, Bersinergi dalam Pembangunan Ketenagakerjaan untuk Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan sinergi program pembangunan bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan, Kamis (29/10) malam.

Menpora RI Erick meninjau booth-booth IYS 2026 yang terletak di depan loby utama lokasi IYS di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10) malam.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Keliling Booth Indonesia Youth Summit 2026, Menpora Erick Sapa Puluhan Anak Muda dan Foto Bersama

Ajang Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menjadi magnet bagi anak-anak muda untuk mengunjungi pameran booth-booth organisasi dan komunitas pemuda.

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026. Banner website HSP 2026.