PB Persani Sambut Baik Lahirnya DBON dan Dibentuknya Tim Review PPON Dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Selasa, 26 April 2022
Bagikan:
Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PersanI) Dian Arifin menyambut baik adanya perubahan paradigma pembinaan prestasi olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Undang-Undang Keolahragaan.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PersanI) Dian Arifin menyambut baik adanya perubahan paradigma pembinaan prestasi olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Undang-Undang Keolahragaan.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Wakil Ketua Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB PersanI) Dian Arifin menyambut baik adanya perubahan paradigma pembinaan prestasi olahraga melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan Undang-Undang Keolahragaan.

Disisi lain, saat ini telah dibentuk Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) yang bertugas untuk mereview atlet-atlet apakah berpotensi meraih pretasi atau tidak berdasarkan data dan track record selama mengikuti ajang olahraga internasional, termasuk dalam atlet di SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam pada pertengahan 12-23 Mei 2022 mendatang.

"Sebenarnya sudah banyak perubahan tentang adanya sistem di Kemenpora, dimana administrasinya pun sudah tertata dengan baik, meskipun kedepannya mungkin diperlukan juga banyak komunikasi serta diskusi antara Tim Review dengan PB/PP, khususnya Persani, dimana banyak atlet-atlet yang memang perlu kita tingkatkan lagi," kata Dian Arifin di GOR Senam Radin Inten, Jakarta, Selasa (26/4) petang.

Dian Arifin menyampaikan ucapan terimakasih dengan adanya tim review, karena pihaknya saat ini memiliki partner dalam berdiskusi terkait program yang bisa meningkatkan prestasi olahraga.

“Dengan adanya tim review, kami sangat berterimakasih, sehingga kami pun memiliki partner tambahan untuk diskusi dan berkonsolidasi, terlebih di gymnastic ini butuh atlet-atlet muda. Sehingga lebih klik dengan program DBON yakni adanya regenerasi yang junior dan senior, sekaligus memberikan jam terbang kepada para atlet, khususnya yang junior," katanya.

Dian juga mengatakan, potensi senam Indonesia kedepannya ada di sejumlah nomor antara lain artistik dan ritmik, sehingga menurutnya diperlukan edukasi, bimbingan hingga kerjasama dengan pemerintah baik pusat maupun daerah.

"Kedepannya kami akan berusaha lebih keras lagi mempersiapkan diri untuk ajang Olimpiade yang menjadi sasaran utama kita, karena potensi-potensi dan peluang-peluang dari atlet artistik dan ritmik sangat besar, khususnya untuk para atlet muda," harapnya.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali menjelaskan bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma olahraga dimana SEA Games dan Asian Games menjadi sasaran antara menuju target utama yakni olimpiade. 

Menurutnya, pada multi event sebelumnya yakni SEA Games dan Asian Games Indonesia bangga mengirim atlet dengan jumlah yang banyak, sementara tidak semuanya berprestasi. Sehingga dengan adanya perubahan paradigma dengan panduan DBON dan UU Keolahragaan, maka atlet-atlet yang dikirim adalah atlet yang berpretasi dengan rekomendasi tim review berdasarkan data-data yang dimilikinya.

“Sekarang ini perubahan paradigma besar-besaran di olahraga kita. Pengiriman atlet benar-benar didasarkan pada catatan-catatan yang objektif. Jadi gak ada karena menterinya suka dan tidak suka. Tapi berdasarkan catatan prestasi yang saya dapatkan dari tim review. Target kita sekarang Olimpiade, SEA Games itu step kita untuk ke Asian Games, dan Asian Games step kita menuju ke olimpiade,” katanya.

Pada SEA Games 2021 Hanoi ini, Persani akan mengirim 4 atlet diantaranya Rifda Irfanaluthfi melalui nomor artistik, Ameera Rahmajanni, Dwi Samsul Arifin, dan Abiyu Rafi yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di edisi ke-31 ini.(ded)

Menpora RI Erick Thohir ingin mengajak anak muda Indonesia membangun fondasi dan memberikan solusi untuk masa depan bangsa Indonesia. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Menpora Erick: IYS 2026 Jadi Ajang Membangun Fondasi dan Solusi untuk Masa Depan Indonesia

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir ingin mengajak anak muda Indonesia membangun fondasi dan memberikan solusi untuk masa depan bangsa Indonesia.

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Menpora Erick Thohir dan Menaker Prof Yassierli dalam kegiata Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Menpora Erick MoU dengan Menaker, Bersinergi dalam Pembangunan Ketenagakerjaan untuk Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan sinergi program pembangunan bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan, Kamis (29/10) malam.

Menpora RI Erick meninjau booth-booth IYS 2026 yang terletak di depan loby utama lokasi IYS di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10) malam.(foto:Andre/kemenpora.go.id)
Kamis, 29 Oktober 2026

Keliling Booth Indonesia Youth Summit 2026, Menpora Erick Sapa Puluhan Anak Muda dan Foto Bersama

Ajang Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menjadi magnet bagi anak-anak muda untuk mengunjungi pameran booth-booth organisasi dan komunitas pemuda.

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026