Terobosan Baru di SEA Games Hanoi Vietnam 2021, Menpora Amali: Jumlah Atlet Turun 43,4 % Didominasi Atlet Junior 60 %

Rabu, 30 Maret 2022
Bagikan:
Kejutan dan terobosan baru terjadi di SEA Games Hanoi, Vietnam 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali menyampaikan jumlah atlet yang diberangkatkan mengalami penurunan sekitar 43,4 (foto:putra/kemenpora.go.id)
Kejutan dan terobosan baru terjadi di SEA Games Hanoi, Vietnam 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali menyampaikan jumlah atlet yang diberangkatkan mengalami penurunan sekitar 43,4 (foto:putra/kemenpora.go.id)

Jakarta: Kejutan dan terobosan baru terjadi di SEA Games Hanoi, Vietnam 2021, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali menyampaikan jumlah atlet yang diberangkatkan mengalami penurunan sekitar 43,4 % dengan lebih mengandalkan 60% atlet junior, dan 40 % atlet senior dengan 526 nomor dari 31 cabang olahraga.  

Pernyataan itu disampaikan Menpora Amali pada acara Pengumuman Kontingen Indonesia untuk SEA Games Hanoi, Vietnam 2021 yang akan dilaksanakan pada tahun 2022. Menpora mengatakan alasan dan dasar untuk memberangkatkan atlet di SEA Games kali ini benar-benar dilakukan dengan hitung-hitungan yang matang, dan  dilakukan oleh Tim Review yang terdiri dari Akademisi, KOI dan KONI. 

"Saya kira ini terobosan yang baru, sasaran utama kita adalah Olimpiade. Sementara SEA Games dan Asian Games adalah sasaran antara. Oleh karenanya di SEA Games kali ini, kami lebih memprioritaskan jumlah atlet junior lebih banyak dibandingkan atlet senior. Dan semua atlet yang diberangkatkan berdasarkan hitungan Tim Review dengan alasan dan dasar yang kuat untuk mendapatkan prestasi," kata Menpora Amali. 

Dalam sambutanya Menpora Amali juga membandingkan antara SEA Games Manila 2019 dengan SEA Games Hanoi, Vietnam 2021. Dari sisi jumlah atlet, untuk SEA Games Manila 2019 Indonesia memberangkatkan sebanyak 841 atlet dengan 56 cabor dan 529 nomor. Sedangkan SEA Games Hanoi 2021 yang diselenggarakan tahun ini total 476 atlet dari total 40 cabor dan 526 nomor.               

Bahkan dibandingkan SEA Games 2019 Filipina, diprediksi tim Indonesia akan kehilangan 30 medali emas pada SEA Games Hanoi, Vietnam tahun ini karena nomor dan cabornya tidak dipertandingkan, salah satunya Panjat Tebing.   

Mengenai target medali sendiri, Menpora Amali menyampaikan bahwa, target utama adalah Olimpiade sesuai dengan Perpres No 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional.  "Jadi untuk target medali kita adalah medali emas, dan sasaran dan target  utamanya adalah Olimpiade sesuai dengan DBON. Setelah diumumkan ini, Tim Review, KONI dan KOI akan duduk kembali untuk menghitung secara detail update peluang medalinya, bahkan mereka terus melakukan monitoring dan evaluasi," ujar Menpora Amali. (amr)

Berikut Perbandingan SEA Games Manila 2019 dengan SEA Games Hanoi 2021:

SEA Games Manila 2019             SEA Games Hanoi 2021

Jumlah Atlet     : 841                      Jumlah Atlet             : 476
Ofisial             : 308                        Ofisial                      : 207
Headquarter dan     : 168               Headquarter dan     : 168
Tenaga Pendukung                       Tenaga Pendukung
Cabang Olahraga    : 56                Cabang Olahraga    : 40
Nomor         : 529                           Nomor         : 526

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus mengajak pemuda menyiapkan diri menjadi pemimpin berintegritas sekaligus mitra pembangunan.(dok.Kemenpora)
Jumat, 30 Oktober 2026

Wamendagri di Indonesia Youth Summit 2026, Ajak Pemuda Jadi Mitra Pembangunan dan Pemimpin Berintegritas

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ahmad Wiyagus mengajak pemuda menyiapkan diri menjadi pemimpin berintegritas sekaligus mitra pembangunan. Ajakan itu disampaikan dalam keynote speech bertajuk “From Youth Camp to National Leadership Pipeline” di Indonesia Youth Summit (IYS) 2026, Jumat (30/10).

Keterbatasan ekonomi dan minimnya ruang pengembangan diri tidak menyurutkan semangat anak muda Wonogiri untuk berkarya, Melalui Wonogiri Youth Forum (WYF).(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 30 Oktober 2026

Dari Pelosok ke Panggung Nasional, Wonogiri Youth Forum Buktikan Anak Muda Daerah Bisa Bersaing di IYS 2026

Keterbatasan ekonomi dan minimnya ruang pengembangan diri tidak menyurutkan semangat anak muda Wonogiri untuk berkarya. Melalui Wonogiri Youth Forum (WYF), mereka berupaya menghadirkan wadah bagi generasi muda agar lebih berdaya, berintegritas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menghadirkan ruang bagi anak muda untuk bertukar gagasan, mengenalkan inovasi, memperluas jejaring, dan menunjukkan kreativitas.(dok.Kemenpora)
Jumat, 30 Oktober 2026

Tenant F&B di IYS 2026 Jadi Ruang Belajar bagi Pelaku Usaha Muda

Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 menghadirkan ruang bagi anak muda untuk bertukar gagasan, mengenalkan inovasi, memperluas jejaring, dan menunjukkan kreativitas. Di sela rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah tenant makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) turut meramaikan acara sekaligus menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha muda, Jumat (30/10).

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026. Banner website HSP 2026.