Beri Kuliah Wawasan di UHAMKA, Menpora Amali Bicara Membangun Nation Branding Melalui Komunikasi Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi di Tingkat Global

Selasa, 29 Maret 2022
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menjadi pembicara kunci dalam acara Kuliah Wawasan secara daring bagi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dengan tema: “Membangun Nation Branding Melalui
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menjadi pembicara kunci dalam acara Kuliah Wawasan secara daring bagi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dengan tema: “Membangun Nation Branding Melalui

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menjadi pembicara kunci dalam acara Kuliah Wawasan secara daring bagi dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dengan tema: “Membangun Nation Branding Melalui Komunikasi Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi di Tingkat Global”, Selasa (29/3) pagi.

Dalam kesempatan ini, Menpora Amali mengatakan bahwa, olahraga berperan penting membangun branding nasional dan juga menjadi penentu pembangunan Sumber Daya Manusia baik dari sisi kebugarannya di hulunya maupun prestasi di hilirnya.

Menpora Amali kemudian mencontohkan, ketika awal-awal kemerdekaan Indonesia, sangat terasa bahwa olahraga menjadi salah satu alat untuk menyampaikan kepada dunia tentang eksistensi dari Indonesia yang baru saja merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Ketika itu, Indonesia belum mendapatkan pengakuan dari banyak negara di dunia. Termasuk pada saat Indonesia ingin berpartisipasi mengikuti olimpiade 1948 di London, namun mendapat penolakan dari berbagai negara. Jika Indonesia ingin berpartisipasi maka tidak boleh menggunakan Indonesia. Tetapi masih harus menggunakan nama Hindia Belanda.

“Jadi secara politik kegiatan olahraga sudah dikaitkan, bayangkan kita baru merdeka 1945, tetapi karena kita ingin menunjukkan eksistensi kita sebagai satu negara yang sudah terbentuk, maka kita ingin ikut olimpiade 1948. Tetapi mendapatkan penolakan karena ketika itu belum banyak negara yang mengakui kita. Boleh ikut tapi pakai nama Hindia Belanda,” ungkap Menpora Amali.

Namun, pada saat itu, Soekarno atau Bung Karno yang menjadi pemimpin Indonesia tetap ingin menggunkan nama Indonesia meskipun ditolak. Pada tahun tersebut, Bung Karno menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama dalam negeri di Solo, tentu saja kegiatan ini sangat bertujuan politis karena Indonesia masih belum mendapatkan pengakuan dari banyak negara.

“Tujuannya politis, tujuannya yakni untuk menunjukkan bahwa Indonesia itu ada. Terbukti mampu melakukan suatu kegiatan olahraga yang diikuti oleh berbagai pemuda ketika itu yang berasal dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Seiring berjalan waktu, kegiatan tersebut kemudian tersiar di luar negeri, masyarakat dunia tahu bahwa Indonesia ditolak menjadi peserta olimpiade. Tetapi mampu menyelenggarakan kegiatan multi event nasional di dalam negerinya,” jelasnya.

Setelah itu kemudian Indonesia mulai ikut serta dalam kegiatan Asian Games 1951 di New Delhi India dan juga ikut Olimpiade 1952 di Helsinki, Finlandia dengan menggunakan nama Indonesia.

“Kemudian tahun 1962, kita menjadi tuan rumah Asian Games. Bayangkan keberanian pemimpin waktu itu Bung Karno, dalam situasi negara yang baru merdeka, belum kuat-kuat amat dari sisi keuangannya, tetapi karena ini juga berdimensi politik. Maka Bung Karno berani mengajukan tuan rumah Asian Games,” katanya

Asian Games yang digelar pada 24 Agustus-4 September tersebut diikuti oleh 12 negara. Hingga saat ini, masih menyisahkan sejarah dan peninggalan tempat-tempat venue yang di ada di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta.

“Nah waktu itu pun kita bukan sekedar menjadi tuan rumah kemudian menunjukkan eksistensi kita ke duni. Bahwa negara ini ada, Indonesia itu ada. Tetapi kita menunjukkan bahwa kita juga mampu, kita sukses menjadi penyelenggara dan kita sukses untuk prestasi. Kita berada di peringkat kedua dengan perolehan 11 emas, 2 perak, 28 perunggu,” katanya.

Menurut Menpora Amali, Bung Karno juga pernah menyelenggarakan olimpiade tandingan yang bernama Games of The New Emerging Forces (Ganefo) karena saat itu Indonesia dikeluarkan dari keanggotaan International Olympic Committee (IOC). Indonesia dikeluarkan karena secara politik Indonesia menolak keikutsertaan Taiwan dan Israel dalam Asian Games ke-4 di Jakarta. Ganefo sendiri berhasil diikuti 51 negara. 

“Ini dimensinya, dimensi politik. Jadi kegiatan olahraga untuk kepentingan bangsa menunjukkan eksistensi yang berdimensi politik,” jelasnya.

 Menpora Amali kemudian berbicara tentang olahraga di zaman Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto. Menurutnya, saat itu Soeharto menjadikan olahraga sebagai sarana pembangunan. “Jadi kalau zaman orde lama itu sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi kita dimensi politiknya lebih kental. Maka pada saat orde baru olahraga ini untuk sarana pembangunan,” katanya.

Menpora pun mengungkapkan bahwa bendera merah putih mulai dikibarkan di ajang olimpiade tahun 1992. Saat itu, Indonesia berhasil meraih medali emas pertama di cabang bulu tangkis melalui pasangan Alan Budikusuma dan Susi Susanti.

“Indonesia Raya dikumandangkan, Bendera Merah Putih dikibarkan kira-kira hanya ada dua kejadian. Ketika kunjungan kenegaraan kepala negara dan ketika kita mendapatkan kan prestasi atau medali emas pada saat kegiatan olahraga,” katanya.

Dengan demikian, dalam membangun nation branding dalam olahraga pemerintah Indonesia pun terus melakukan berbagai kegiatan event olahraga tingkat dunia, dalam waktu dekat ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Para Games 2022 di Surakarta, Tuan Rumah FIBA Asian Cup 2023, Tuan Rumah FIFA World Cup U-20 tahun 2023, dan Tuan Rumah FIBA World Cup 2023.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan prestasi atlet Indonesia di level dunia, saat ini ada sejumlah atlet nasional yang memegang rekor dan juara dunia diantaranya Windy Cantika Putri, juara dunia junior angkat besi kelas 49 kg IWF Junior World Championship 2021, Rahmat Erwin Abdullah, juara dunia angkat besi kelas 73 kg putra IWF World Championship 2021, Veddriq Leonard dan Kiromal Katibin, panjat tebing pecah rekor dunia nomor speed pada IFSC World Cup 2021, Bagus Maulana dan Muhammad Sohibul Fikri juara All England 2022 dan lainya.

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini melihat betapa pentingnya olahraga untuk bukan hanya branding nasional. Tetapi juga kegiatan olahraga itu juga akan menjadi penentu pembangunan Sumber Daya Manusia baik dari sisi kebugarannya di hulunya maupun prestasi di hilirnya,” ujarnya.

Diantara langkah atas upaya tersebut antara lain Kemenpora melakukan review total ekosistem keolahragaan nasional atas arahan Presiden Joko Widodo, dengan menyusun Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang disusun bersama para akademis, para praktisi, guru besar atau profesor ilmu keolahragaan di berbagai kampus dengan berbasiskan sport science, sport industry dan sport tourism. 

“Olahraga ini tidak hanya membranding negara, tapi juga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari sport industri dan sport tourism,” katanya.

Turut hadir menjadi narasumber dalam acara ini, Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali P.Hd, Staf Khusus Pengembangan dan Prestasi Olahraga Mahfudin Nigara SE, MM dan Rektor UHAMKA Gunawan Suryoputro dan Dra. Tellys Corliana M. Hum.(ded)

Menpora RI Erick Thohir mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus peraih medali Asian Games dan Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10). (foto: dok/BPMI)
Kamis, 29 Oktober 2026

Menpora Erick Dampingi Presiden Prabowo Serahkan Bonus Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mendampingi Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus peraih medali Asian Games dan Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10).

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026.(foto:Kemenpora/Bagus)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, Edo Bastian Ingatkan Pentingnya Resiliensi Anak Muda

Dr. phil. Edo Sebastian Jaya, salah satu narasumber pada Singapore-Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP) 2026, menyampaikan bahwa generasi muda perlu memiliki resiliensi atau kemampuan untuk bangkit menghadapi kesulitan, termasuk keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah.

Chief Executive Officer National Youth Council (NYC) Singapore, David Chua, di Singapore-Indonesia Youth Leadership Exchange Programme (SIYLEP) pada ruang Seni Rupa, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Rabu (28/10).(foto:Kemenpora/Gilang)
Kamis, 29 Oktober 2026

Jelang 100 Tahun Sumpah Pemuda, David Chua Dorong Pemuda Indonesia-Singapura Perkuat Kolaborasi Tak Sekadar Saling Memahami

Hubungan Indonesia dan Singapura di masa depan tidak cukup hanya dibangun melalui saling mengenal. Generasi muda kedua negara perlu melangkah lebih jauh, yakni menumbuhkan empati, menyelaraskan perspektif, dan memperkuat kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan bersama.

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026