Usai Sosialisasi DBON di 11 Provinsi, Menpora Amali: Mereka Sambut Baik dan Senang, Punya Pedoman Pembinaan Olahraga

Sabtu, 18 Desember 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali telah melakukan sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di 11 provinsi yang nantinya akan menjadi pusat pembinaa
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali telah melakukan sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di 11 provinsi yang nantinya akan menjadi pusat pembinaa

Banjarmasin: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali telah melakukan sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) di 11 provinsi yang nantinya akan menjadi pusat pembinaan atlet prestasi. Provinsi terakhir yang menjadi lokasi sosialisasi DBON adalah Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (18/12).

Setelah melakukan sosialisasi di 11 provinsi tersebut, Menpora Amali mengatakan semua daerah yang didatangi melalui kepala daerahnya baik itu gubernur, bupati maupun wali kota sangat menyambut baik lahirnya Perpres nomor 86 tahun 2021 tentang DBON tersebut.

“Semua mereka menyatakan ini kami mendapatkan pedoman untuk pembinaan olahraga di daerahnya. Kalau selama ini daerah tidak punya pedoman untuk pembinaan olahraga, tidak terfokus ke cabang-cabang olahraga binaan. Begitu saya sampaikan Perpres 86 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional yang harus menjadi patokan, panduan atau pedoman pembinaan olahraga di daerah. Maka mereka menyambut baik dan senang,” kata Menpora Amali usai melakukan sosialisasi DBON di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Menurut Menpora Amali, semua pimpinan daerah berkomitmen untuk segera menyiapkan langkah-langkah dalam mengimplementasikan Perpres nomor 86 tahun 2021. Meskipun, antara daerah yang satu dengan daerah lain memiliki kondisi yang berbeda. Namun pada intinya target dalam DBON sama yaitu menuju prestasi olimpiade. 

“Daerah menyambut itu, artinya setiap daerah harus berkontribusi untuk cita-cita besar itu, target besar itu, dan sesuai dengan potensi di daerahnya,” ucapnya.

Disamping itu, lanjut Menpora Amali, pimpinan daerah juga mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat terutama terkait sarana dan prasarana olahraga. Sehingga pada saatnya nanti akan punya standar yang sama untuk menghasilkan satu prestasi yang menjadi kebanggaan buat bangsa.

Dalm kesempatan ini, Menpora Amali mengatakan pihaknya mendorong supaya ada keterlibatan perguruan tinggi di daerah yang memiliki fakultas keolahragaan dalam prestasi olahraga. Terutama terkait sport science.

“Mereka sudah punya laboratorium sport science, tinggal dimanfaatkan saja, kerja sama dengan provinsi atau kabupeten kota,” ujarnya.

Sementara perguruan tinggi yang belum memiliki fakultas keolahragaan di daerah-daerah sentra pembinaan tersebut, Kemenpora akan mendorong dan membantu mengkomunikaisikan dengan Kemedikbud Ristek.

“Sebab kalau mereka tidak punya fakultas keolahragaan akan sulit kita mengharapkan kontribusi maksimal dari perguruan tinggi,” jelasnya.

Selain itu, dalam DBON nanti pemerintah mendorong agar olahraga menjadi budaya atau lifestyle di tengah masyarakat.

“Dulu kita saat sekolah ada SKJ, sekarang kita dorong lagi supaya masyarakat ini bergerak dan berolahraga. Karena dari masyarakat yang berolahraga akan melahirkan masyarakat yang bugar, dari kebugaran lahir talenta olahraga,” urainya. 

Dijelaskan Menpora Amali, lahirnya Perpres nomor 86 ini merupakan bentek keseriusan Presiden Joko Widodo dalam untuk melakukan pembinaan atlet prestasi. Bahkan meminta untuk melakukan review total ekosistem keolahrgaan nasional.

“Kami sedang melakukan revisi RUU SKN yang rohnya DBON ini. Ini secara yurudisnya ada RUU SKN dan Perpres 86 tahun 2021, tinggal implementasi dan keseriusan keikutsertaan berbagai pihak yang masuk di dalam penuganasan koordinasi DBON ini,” pungkasnya.(ded)

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 menjalani sesi terakhir di ruang kelas bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Agenda ini, yaitu refleksi dan Deklarasi Wirasena Community, berlangsung di keempat kelas dengan fasilitator. (dok.Bagus/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026 di Ruang Kelas: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 menjalani sesi terakhir di ruang kelas bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Agenda ini, yaitu refleksi dan Deklarasi Wirasena Community, berlangsung di keempat kelas dengan fasilitator masing-masing. Di Kelas 1 yang bertempat di Artotel Taman Ismail Marzuki (TIM), peserta menuliskan perasaan selama kegiatan dan komitmen yang akan dibawa pulang sebagai penggerak di daerah masing-masing.

Para peserta Wirasena Youth Camp 2026 memanfaatkan jeda antarkelas untuk berlatih pertunjukan yang akan tampil pada Malam Inagurasi Wirasena Youth Camp.(dok.Suci/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Di Sela Kelas, Peserta Wirasena Youth Camp Siapkan Pertunjukan Musikal Malam Inagurasi

Para peserta Wirasena Youth Camp 2026 memanfaatkan jeda antarkelas untuk berlatih pertunjukan yang akan tampil pada Malam Inagurasi Wirasena Youth Camp. Latihan berlangsung di Teater Mini Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin (26/10), dengan peserta berbaur dalam busana yang beragam, termasuk kain batik dan sarung bercorak.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Pelatihan Pelatih Nasional Pencak Silat Tingkat Muda (III) di Ole Suites Hotel, Sentul, Bogor, pada 21–25 Oktober 2026.(foto:Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Kemenpora Cetak Pelatih Pencak Silat Berkualitas untuk Perkuat Pembinaan di Daerah

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Pelatihan Pelatih Nasional Pencak Silat Tingkat Muda (III) di Ole Suites Hotel, Sentul, Bogor, pada 21–25 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 44 peserta dari Sumatra dan Jawa untuk meningkatkan kompetensi pelatih dan memperkuat pembinaan pencak silat di daerah.

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026